BREAKING NEWS
 

Kepala BIN Soroti Munculnya Omicron Siluman

Lawan Corona Jangan Terlena

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : ADITYA NUGROHO
Senin, 28 Maret 2022 06:47 WIB
Kepala BIN, Jend Pol (Purn) Budi Gunawan.

 Sebelumnya 
Kasus Covid-19 Terus Melandai

Sepekan terakhir, kasus Corona di Tanah Air semakin melandai. Kasus harian semakin berkurang, sementara yang sembuh bertambah banyak. Penambahan kasus harian kini sudah konstan di bawah 5 ribu kasus.

Merujuk data Satgas Covid-19 per hari kemarin, tambahan kasus positif sebanyak 3.077, menurun dibandingkan Jumat (25/3) yang mencatatkan kasus 4.857, dan Sabtu (26/3) sebanyak 4.189 kasus.

Baca juga : Kepala BPIP Gelorakan Nilai-nilai Pancasila Di Lumajang

Kabar lain yang menggembirakan adalah jumlah pasien sembuh terus bertambah. Kemarin, ada tambahan sebanyak 12.499 orang. Dengan tambahan tersebut, jumlah kasus aktif kini tinggal 129.621 orang.

Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengamini, penanganan Corona memang semakin membaik dari waktu ke waktu. Hal itu terlihat dari kasus harian seminggu terakhir yang terus menurun dibanding pekan sebelumnya. “Penurunannya sebesar 50,33 persen,” kata Nadia, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Bagaimana dengan kasus Omicron Siluman atau varian BA.2? Kata dia, kasus Omicron Siluman ini memang perlahan meningkat. Sampai Maret lalu, Kemenkes mencatat sudah ada 668 kasus yang terpapar varian ini.

Baca juga : Omicron Siluman Keok Sama Super Immunity

Ia memaparkan, ada tiga varian yang merupakan turunan Omicron, yaitu BA.1, BA.1.1 dan BA.2. Menurut dia, varian BA.1 paling banyak menyebabkan terjadinya peningkatan kasus. Dari Januari sampai Maret, ada 5.625 kasus.

Mengantisipasi peningkatan kasus, Nadia mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan pemeriksaan spesimen melalui metode whole genome sequencing agar varian baru bisa cepat terdeteksi dan dirawat.

Diakui Nadia, kasus Omicron Siluman memang sedikit, tapi tetap harus diwaspadai karena di negara-negara lain mulai terjadi peningkatan akibat varian ini.

Baca juga : Hidup Normal Baru Sudah Di Depan Mata

Meski begitu, Nadia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. “Meski jumlahnya naik, tapi belum memberikan perubahan pada pola transmisi,” ungkapnya.

Menurut dia, cara pencegahan varian ini tetap sama. Yaitu, dengan mematuhi protokol kesehatan dan segera mendapatkan vaksinasi di tempat pelayanan kesehatan terdekat. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense