RM.id Rakyat Merdeka - Persoalan Citayam Fashion Week semakin fenomenal dan mengundang sejumlah publik figur tanah air di Indonesia. Pasalnya, fashion yang dibuat secara spontanitas oleh kaula muda dari asal Citayam ini menjadi viral (fyp) di platform media sosial, mulai dari tiktok, instagram, tweeter, dll.
Melihat kreatifitas yang secara spontan itu, akhirnya menuai pro kontra di tengah masyarakat, dengan berbagai spekulasi.
Baca juga : DPR Minta Pemerintah Jangan Cabut Kebijakan DMO CPO
Ketua Umum Pengurus Besar Komunitas Aktivis Muda Indonesia (KAMI) Sultoni menganggap bahwa kegiatan anak muda Citayam harus diberi dukungan, bukan malah mengintimidasi mereka.
"Hal itukan adalah sekumpulan anak muda yang ingin menyalurkan kreatifitasnya, yang artinya itu adalah bagian dari seni. Tentunya harus kita dukung bersama" ujar Sultoni kepada wartawan.
Baca juga : Demam Citayam Fashion Week, Puan Minta Energi Kreatif Anak Muda Diwadahi
Sultoni juga menganggap bahwa pembubaran yang dilakukan oleh Satpol PP dan aparat Polri terkesan berlebihan. Sebab menurut dia, anak-anak muda seperti Bonge, Roy dan Jeje beserta temannya merupakan aset generasi bangsa yang harus dibina secara persuasif, bukan dengan cara intimidatif.
"Saya pribadi paham betul, bahwa aksi Citayam Fashion Week Bonge dkk ini, adalah bentuk pelampiasan yang positif pasca negara kita dilanda selama dua tahun akibat virus Covid-19. Jadi, kesenian apapun bentuknya, selama itu masih positif, ya mesti didukung bukannya di intimidasi," ujar Sultoni.
Baca juga : Partai Garuda: Arena Kreativitas Anak Muda, Jadi Arena Sirkus Para Oportunis
Dia menambahkan kembali, bahwa jika ada aktifitas yang bertentangan dengan syariat agama atau aturan negara maka semestinya diluruskan oleh tokoh agama dan Pemerintah bukan malah diviralkan di sosial media, sehingga tidak terkesan arogan dan apatis dengan hal tersebut.
"Mereka (pemuda Citayam) itukan adik dan anak-anak kita, jadi sudah sepatutnya kita berikan nasehat jika ada peragaan yang bertentangan dengan agama dan aturan negara. Bukan malah dibuat berita dan viral, itu terkesan kita seperti merudung (membully) mereka," tambahnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.