Sebelumnya
“Sebaiknya dari pihak independen. Tolong Kapolri lebih tegas jika memang merasa bersih,” ujar @Raka_syahputra.
Saat ini, lanjut @Raka_syahputra, masyarakat sudah tidak percaya Polri. Soalnya, sudah sebegitu banyaknya yang terlibat dari oknum polisi dengan berbagai macam permasalahan.
“Kalau diusut tuntas nanti akan banyak kantor polisi yang kosong donk. Soalnya banyak yang terlibat,” ujar @anonymaous51.
Akun @roy_marten mengaku heran
Baca juga : Masyarakat Puas Kinerja Pemerintah Dan Polisi Tangani Arus Mudik Lebaran 2022
bisnis ilegal yang berada di Konsorsium 303 banyak sekali. Sehingga, kata dia, uang yang dipungut bukan lagi Rp 900 miliar, tapi bisa mencapai triliunan rupiah.
“Bisnis seperti ini menyangkut orang penting dan banyak orang, makanya disebut jaringan gurita,” sebut dia.
Menurut @Doel_dino, kasus Konsorsium 303 merupakan beban berat buat Kapolri. Soalnya, kata dia, tugas internal Kapolri tambah satu lagi.
“Kutukan alm Brigadir J masih berlanjut, dia belum tenang di alam sana,” kata dia.
Baca juga : Beringin Maluku Bakal Jadi Penantang Petahana
“Bandar judi di Sumatera Utara (Sumut) sudah kabur duluan dengan nyaman bersama keluarganya ke Singapura lewat bandara,” kata @Muhammad_Ali.
Sementara, @R_Jack_Philips memuji Kapolri yang mulai berbenah terhadap institusi di internalnya. Sebab, intitusi penegak hukum yang rusak akan merambat ke penegak hukum lainnya, dan akan melahirkan generasi yang rusak pula.
“Mudah-Mudahan ini momen “reinkarnasi” Pak Hoegeng menggunakan nama Jenderal Listyo Sigit Prabowo,” harap @Ahmad_Masdar.
Akun @budi_susilo berharap Kapolri beserta jajarannya menjunjung tinggi kejujuran. Dia juga berharap Kapolri diberikan kekuatan untuk membongkar Konsorsium 303 sampai ke akar-akarnya.
Baca juga : Pihak Ketiga Yang Asetnya Disita Ajukan Kasasi Ke MA
“Aparat kepolisian yang takut mengusut Konsorsium 303 ada kemungkinan pernah menimpa upeti dari konsorsium tersebut,” duga @Lejokv. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.