BREAKING NEWS
 

LSI Usul Ganjar Capres, Puan Ketum PDIP

Bu Mega, Setuju?

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Selasa, 11 Oktober 2022 07:30 WIB
LSI Denny JA menggelar konferensi pers hasil survei Oktober 2022. Survei tersebut berjudul “Pasangan Capres-Cawapres Paling Populer dan Prospeknya”. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah menguatnya pertarungan siapa yang layak jadi capres banteng: apakah Ganjar Pranowo atau Puan Maharani, Lembaga Survei Indonesia (LSI) milik Denny JA kasih usul cerdas.

LSI Denny JA usul: Ganjar dipilih jadi capres PDIP, sementara Puan dijadikan Ketum PDIP. Nah, apakah Megawati Soekarnoputri setuju dengan usul ini? Ini yang sulit ditebak.

Kemarin, LSI Denny JA menggelar konferensi pers hasil survei Oktober 2022. Survei tersebut berjudul “Pasangan Capres-Cawapres Paling Populer dan Prospeknya”.

Baca juga : PAN Bukan Cuma Dompleng

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby menilai, PDIP lebih baik berkoalisi dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Dengan demikian, PDIP bisa mencapreskan kadernya sebagai calon presiden. “Kalau paketnya Prabowo-Puan, maka PDIP hanya mendapatkan cawapres, yaitu cawapresnya Puan. Ini akan jadi problem bagi PDIP,” kata Adjie.

Menurunnya, coattail effect akan dirasakan PDIP jika mengusung kadernya sebagai capres. Begitupun sebaliknya, PDIP bakal kesulitan mengangkat suaranya jika hanya mencalonkan kadernya sebagai cawapres. “Maka, lebih baik pilihan PDIP adalah bukan cawapres,” tambahnya.

Kalau bukan Puan siapa lagi? Dia bilang, PDIP bisa menjodohkan Ganjar Pranowo dengan Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto. Namun, PDIP mesti merapat terlebih dulu ke KIB. Pun, mendapat persetujuan dari partai yang tergabung di KIB: Golkar, PPP, dan PAN.

Baca juga : Keutuhan KIB Mulai Goyah

“Kalau terjadi koalisi resmi PDIP dengan ketiga partai ini, maka paslon ini akan terwujud. Capres dari PDIP Ganjar Pranowo dan cawapres KIB adalah Airlangga,” urai dia.

PDIP tidak boleh gegabah dengan memaksakan Puan bertunangan dengan Airlangga. Apalagi kalau Puan menjadi capresnya. Sebab, elektabilitas Ketua DPR dan Menko Perekonomian itu, sama-sama rendah. “Secara elektabilitas, kedua tokoh ini masih kalah jauh dibanding tiga tokoh yang dominan, yaitu Ganjar, Anies, dan Prabowo,” sebutnya.

Untuk itu, sambung Adji, sebaiknya Banteng menjodohkan Ganjar dengan Airlangga. Duet keduanya telah teruji sebagaimana hasil survei LSI terbaru. “Dari beberapa nama yang kita uji, pasangan Ganjar Pranowo dan Airlangga Hartarto adalah pasangan capres cawapres paling populer atau paling disukai,” urai dia.

Adsense

Baca juga : DKI Salurkan Dana Bansos KLJ, KPDJ Dan KAJ Bulan Mei-Agustus

Lantas bagaimana dengan nasib Puan? Kata dia, Puan bisa menjadi Ketum PDIP. Artinya, PDIP akan tetap menjadi partai yang kuat posisinya. Dikarenakan lagi-lagi kadernya kembali menjadi presiden, sehingga posisi Ketua DPR kembali didapat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense