Sebelumnya
Karena tak kunjung dibayar, pihak Dishub kemudian merujuk ke butir ke dua amanat BPK. Yaitu melanjutkan perkara ke jalur hukum. Sebelum menempuh jalur tersebut, pihaknya meminta petunjuk Biro Hukum Pemprov DKI. Saat ini pihaknya sedang menunggu petunjuk itu.
“Harus ada guidance bagi Dishub siapa yang akan melanjutkan perkara ini ke jalur hukum,” lanjutnya. Syafrin juga membenarkan, bus-bus tersebut bukan milik TransJakarta. Sebab, bus rongsok itu sudah bermasalah sebelum diserahterimakan.
Pengadaan bus TransJakarta pada 2013 itu senilai Rp 1,5 triliun. Namun, pengadaan itu bermasalah karena komponen bus-bus tersebut diketahui berkarat dan kualitas buruk.
Baca juga : Kasus Pelabuhan Marunda, KPK Kaji Laporan Dugaan Korupsi Rp 33 Miliar
Di media sosial, yang pertama kali mengungkap bus rongsokan ini adalah akun @IRN_Official, Sabtu (20/7). Pengungkapan ini sebagai balasan atas kritikan para pendukung Ahok ke Anies soal instalasi seni bambu Getah-Getih di Bundaraan HI, yang dibongkar 18 Juli lalu.
“Sampe seluruh kader PSI partai sok iyeh pada ikutan nge-bully Anies. Lah, ini si Ahok buang-buang busway lu gak blow up.
Seluruh busway bentuk gini belian si Ahok jadi bangke, berapa puluh T tuh duit dibuang,” sentilnya, sambil melampirkan sebuah video yang memperlihatkan kondisi bus tersebut.
Baca juga : Getaran Gempa Banten Terasa Sampai Jakarta, Bogor, Sukabumi
Cuitan itu kemudian terus menggelinding. Sejumlah media turut melakukan investigasi langsung ke lokasi parkir bus, untuk memastikan kebenaran informasi yang disampaikan akun tersebut.
Ternyata, cuitan akun itu benar. Dalam seketika, jagat sosial bergemuruh. Khususnya yang pro-Anies. Mereka melakukan serangan balik.
“Bambu 500 juta ribut. Rongsokan trilyunan mingkem,” cuit @soeyoto1 dengan me-mention sejumlah elit PSI yang sempat gencar mengkritik Anies, yakni Muhammad Guntur Romli (@ GunRomli) dan Tsamara Amany (@ TsamaraDKI). [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.