Sebelumnya
Selanjutnya, dari segi tenaga kesehatan, Kemenkes berupaya mempercepat pemenuhan tenaga kesehatan (nakes) yang bermutu dan berkualitas di seluruh fasyankes di Indonesia.
Hal ini dipenuhi dengan beberapa program khusus. Seperti, pengiriman dokter spesialis adaptan luar negeri, penugasan khusus, dan program pengampuan.
Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI), sebagai salah satu organisasi profesi yang dekat dengan layanan ini, diminta membantu Pemerintah dalam penyediaan tenaga kesehatan yang dibutuhkan.
Baca juga : GMI Bersama Generasi Milenial Gelar Kegiatan Donor Darah
Sementara, Ketua Umum Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) Cosphiadi Irawan mengatakan, pada tahun 2020 setidaknya ada sekitar 10 juta penduduk dunia yang meninggal akibat kanker.
Dari tahun ke tahun, jumlah ini dilaporkan terus meningkat. Tahun ini diperkirakan ada sekitar 13 juta kematian akibat penyakit berbahaya tersebut.
Cosphiadi membeberkan, tingginya angka kematian kanker tersebut disebabkan pola hidup yang kurang sehat. Seperti, konsumsi makanan cepat saji, kurang aktivitas fisik, merokok dan minum alkohol.
Baca juga : Airlangga Buka-bukaan
Kebiasaan buruk ini diperparah dengan rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini.
Pada stadium awal, kanker tidak menunjukkan gejala, sehingga seringkali tidak disadari oleh penderita. Akibatnya, banyakkasus kanker yang terdeteksi pada stadium lanjut.
“Kebiasaan ini menyumbang hingga 30 persen. Karena itu deteksi dini sangat penting untuk pencegahan,” ingatnya.
Baca juga : Mendag Pasang Badan
Dia berharap, upaya Pemerintah untuk memperkuat deteksi dini penyakit kanker, dapat menekan jumlah kesakitan dan kematian akibat kanker.
Di Puskesmas, nantinya akan ada 10 ribu USG yang akan digunakan untuk deteksi dini kanker payudara, sehingga delay of diagnosis bisa dikurangi.
“Ini tidak terlepas dari peran teman-teman di rumah sakit. Saatnya kita duduk bersama mendukung Pemerintah melakukan reformasi layanan kanker yang lebih baik,” kata Cosphiadi. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.