Dark/Light Mode

90 Persen Pasien Kanker Meninggal

Menkes Bakal Pasok Alat Skrining Buat 514 Daerah

Selasa, 21 Februari 2023 07:50 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menghadiri acara penandatangan kerjasama Kementerian Kesehatan dengan PT Astrazeneca Indonesia di Jakarta, Senin (20/02/2023). (Foto: ANTARA/Fitra Ashari)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menghadiri acara penandatangan kerjasama Kementerian Kesehatan dengan PT Astrazeneca Indonesia di Jakarta, Senin (20/02/2023). (Foto: ANTARA/Fitra Ashari)

 Sebelumnya 
Selanjutnya, dari segi tenaga kesehatan, Kemenkes berupaya mempercepat pemenuhan tenaga kesehatan (nakes) yang ber­mutu dan berkualitas di seluruh fasyankes di Indonesia.

Hal ini dipenuhi dengan be­berapa program khusus. Seperti, pengiriman dokter spesialis adaptan luar negeri, penugasan khusus, dan program pengampuan.

Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI), sebagai salah satu organisasi profesi yang dekat dengan layanan ini, diminta membantu Pemerintah dalam penyediaan tenaga kesehatan yang dibutuhkan.

Baca juga : GMI Bersama Generasi Milenial Gelar Kegiatan Donor Darah

Sementara, Ketua Umum Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) Cosphiadi Irawan mengatakan, pada tahun 2020 setidaknya ada sekitar 10 juta penduduk dunia yang meninggal akibat kanker.

Dari tahun ke tahun, jumlah ini dilaporkan terus meningkat. Tahun ini diperkirakan ada sekitar 13 juta kematian akibat penyakit berbahaya tersebut.

Cosphiadi membeberkan, tingginya angka kematian kanker tersebut disebabkan pola hidup yang kurang sehat. Seperti, kon­sumsi makanan cepat saji, kurang aktivitas fisik, merokok dan mi­num alkohol.

Baca juga : Airlangga Buka-bukaan

Kebiasaan buruk ini diper­parah dengan rendahnya kesada­ran masyarakat untuk melaku­kan deteksi dini.

Pada stadium awal, kanker ti­dak menunjukkan gejala, sehing­ga seringkali tidak disadari oleh penderita. Akibatnya, banyakkasus kanker yang terdeteksi pada stadium lanjut.

“Kebiasaan ini menyumbang hingga 30 persen. Karena itu deteksi dini sangat penting untuk pencegahan,” ingatnya.

Baca juga : Mendag Pasang Badan

Dia berharap, upaya Pemerintah untuk memperkuat de­teksi dini penyakit kanker, dapat menekan jumlah kesakitan dan kematian akibat kanker.

Di Puskesmas, nantinya akan ada 10 ribu USG yang akan digunakan untuk deteksi dini kanker payudara, sehingga delay of diagnosis bisa dikurangi.

“Ini tidak terlepas dari peran teman-teman di rumah sakit. Saatnya kita duduk bersama men­dukung Pemerintah melakukan reformasi layanan kanker yang lebih baik,” kata Cosphiadi. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.