BREAKING NEWS
 

UKP Mardiono Ungkap Jurus Jitu Hadapi Dampak El Nino

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Jumat, 7 Juli 2023 11:48 WIB
Utusan Khusus Presiden UKP Bidang Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono saat menjadi pembicara FGD Strategi dan Antisipasi Dampak El Nino Terhadap Ketahanan Pangan di Bogor, Jumat (7/7). (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Selain itu, sampah makanan juga menyumbang sekitar 8-10 persen emisi gas rumah kaca.

"Saya kira ke depan mendesak ada perubahan budaya masyarakat, melalui kampanye program ‘makan secukupnya’ atau ‘cukup satu porsi’ untuk mengubah perilaku masyarakat, dengan mengambil makanan sedikit, dan dapat menambah makanan sesuai porsinya jika diperlukan," jelasnya.

Hal ini untuk mencegah terjadinya mubazir pangan yang kemudian menjadi sampah makanan.

Kampanye program 'belanja dengan bijak' untuk mengurangi stok makanan berjamur dan kadaluarsa juga harus terus dilakukan. Perlu juga disiapkan tempat penyimpanan makanan yang baik untuk menghindari makanan menjadi basi.

Baca juga : Pentingnya Kurikulum Literasi Digital Di Sekolah

Di samping perlu program 'berbagi makanan' untuk menghindari kadaluarsa makanan. Misalnya, bekerja sama dengan pasar modern atau supermarket untuk menyalurkan makanan yang mendekati kadaluarsa.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, riset World Food Programme (WFP) menunjukkan negara dengan kerawanan iklim semakin tinggi cenderung akan menimbulkan kerawanan pangan yang berdampak pada populasi masyarakat dengan gizi kurang (undernourished).

Menurutnya, Indonesia termasuk wilayah dengan kerawanan iklim medium, sehingga diperlukan awareness dan antisipasi untuk mengurangi potensi krisis pangan.

"Perlu political will dan langkah aksi bersama untuk meningkatkan produksi beras, kedelai, daging lembu, dan gula konsumsi agar dapat memenuhi kebutuhan nasional," katanya.

Baca juga : Ini Jurus Jitu Hadapi Berita Bohong

Sementara itu, Direktur Kebijakan Pembangunan Manusia, Kependudukan dan Kebudayaan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Anugerah Widiyanto menyampaikan, BRIN senantiasa akan melakukan berbagai riset untuk mengantisipasi dan memitigasi iklim serta mendukung upaya ketahanan pangan.

Ia juga menyampaikan saran kebijakan penanganan El Nino secara jangka pendek dan jangka panjang.

Saran kebijakan El Nino jangka pendek mencakup penyiapan benih varietas tanaman yang toleran kekeringan dan umur pendek, percepatan tanam daerah berpotensi air cukup.

"Selain itu juga memanfaatkan air seoptimal mungkin dari embung dan pompa," katanya.

Baca juga : BPBD Jabar Antisipasi Dampak Kekeringan Akibat El Nino

Sedangkan saran kebijakan mitigasi El Nino dalam jangka menengah panjang mencakup upaya untuk menambah kapasitas penampungan air yang lebih masif seperti membangun dam, waduk, memperbaiki infrastruktur dalam jumlah masif dan pemanfaatannya secara efisien dan efektif, menambah cadangan air dengan memperbanyak masuk ke tanah dengan rehabilitasi lahan dan pembangunan fisik, dan lainnya.

Plt Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, kondisi iklim selalu diupdate oleh BMKG dan sudah digunakan sebagai salah satu referensi pertimbangan pengambilan keputusan serta rekomendasi dalam Sistem Pemantauan Ketahanan Pangan Nasional.

"Di semester II 2023, diprediksi akan ada gangguan iklim global yaitu El Nino. Perlu antisipasi dan langkah nyata dalam upaya mengamankan ketersediaan dan ketahanan pangan nasional," ujar Anugerah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense