Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Moeldoko Ingatkan Pesan Inklusivitas Pada Organisasi Keagamaan
Selasa, 28 Februari 2023 16:27 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menekankan, pentingnya bagi organisasi keagamaan untuk menggunakan pendekatan yang inklusif, membangun dan mengembangkan sebuah lingkungan yang terbuka bagi semua pihak.
Pesan untuk menghargai perbedaan ini disampaikan oleh Moeldoko saat menemui sejumlah perwakilan angkatan sarjana, ikatan putri serta ikatan guru dan dosen dari organisasi Al Jam'iyatul Washliyah, di Gedung Bina Graha Jakarta, Selasa (28/2).
“Saya sangat berharap organisasi Al Washliyah bisa menjadi bagian penting dari pembangunan bangsa ini,” kata Moeldoko.
Baca juga : PaDi UMKM Tingkatkan Peran Pelaku Bisnis Lokal Sumut Pada Ajang F1H2O
Ia juga berpesan agar nilai inklusivitas terus dijunjung tinggi. Tidak ada lagi istilah minoritas dan mayoritas karena negara ini dibangun bersama-sama, melalui kebersamaan dalam sebuah kebhinekaan.
“Maka, tidak boleh ada ekslusivitas yang membedakan satu organisasi keagamaan satu dengan yang lainnya,” imbuhnya.
Sementara itu, organisasi Al Jam’iyatul Washliyah atau yang lebih dikenal dengan Al Washliyah, merupakan organisasi Islam yang didirikan di kota Medan, Sumatera Utara, sejak tahun 1930.
Baca juga : Bamsoet Dukung Pelatihan Instruktur Diklat Kaderisasi Pemuda Pancasila
Al Washliyah menjadi salah satu organisasi yang turut berjuang melepaskan bangsa Indonesia dari jeratan penjajah.
Tidak hanya fokus pada pengamalan ajaran Islam, Al Washliyah saat ini juga memiliki berbagai gagasan program di berbagai bidang kepemudaan di ranah politik, intelektual dan pembangunan ekonomi.
Mantan Panglima TNI ini pun menaruh harapan pada organisasi keagamaan yang banyak diisi oleh cendekiawan muda ini.
Baca juga : Moeldoko Minta Evaluasi Penanganan Kekerasan di Papua
“Organisasinya memang sudah tua tapi pemikirannya harus tetap muda. Pikiran progresif menjadi penting di tengah situasi global dengan perubahan yang luar biasa, kecepatan tinggi, kompleksitas tinggi dan selalu punya faktor kejutan. Cara menghadapi situasi tidak menentu ini adalah tetap berpikir progresif, agar tidak tertinggal,” tutup Moeldoko.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya