BREAKING NEWS
 

Uji Akurasi Survei, Pakar Ini Usul Pembentukan Dewan Etik Surveyor

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 28 November 2023 12:28 WIB
Pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing menyoroti perbedaan hasil survei politik belakangan ini.

Pasalnya, beberapa hasil survei cenderung berbeda jauh dengan survei lain.

Padahal, dijelaskan Emrus, ukuran hasil survei tidak akan terlalu jauh antara peserta Pemilu yang satu dengan yang lain.

"Survei itu kan termasuk dalam pendekatan saintifik yang kadang disebut pendekatan objektif. Sebagai pendekatan saintifik dan objektif maka hasilnya harus sama, kalaupun berbeda karena batas margin of error," kata Emrus, Selasa (28/11/2023).

Baca juga : Dewas Akan Surati Jokowi, Minta Firli Bahuri Diberhentikan Sebagai Ketua KPK

Karenanya, Emrus menyarankan pembentukan dewan etik lembaga survei.

Dewan etik ini, nantinya bertugas mengontrol metodologi survei, variabel pertanyaan, dan pelaksanaan sampling.

Adsense

Lembaga survei pun dituntut untuk transparan terhadap dapur surveinya.

"Perlu kita diskusikan metode dan sebagainya, karena aneh bagi saya perbedaannya 5 persen ke atas," ungkap Emrus.

Baca juga : Tito: Kebut Pembangunan Di Papua Tengah Dan Selatan

Dewan etik itu juga harus mempunyai wewenang membatalkan hasil survei hingga sanksi denda.

"Sudah urgensi, dibentuk dewan etika lembaga surveyor yang salah satu kewenangannya adalah menggagalkan hasil survei ketika terbukti pelanggaran etika dan sanksi Rp 1 triliun, pada masyarakat karena masyarakat yang terbius," tegasnya.

Ia pun menyoroti adanya indikasi penggiringan opini publik serta pemanfaatan bandwagon effect melalui hasil survei.

Apalagi berkenaan dengan elektabilitas para vapres-cawapres di Pilpres 2024.

Baca juga : WSU Dirikan Kampus Internasional di Surabaya

"Saya kira ketika kredibilitas dan integritas pelaku survei tidak terjaga dengan baik dan mereka berafiliasi dengan kekuatan politik tersebut, benar itu ada indikasi," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense