BREAKING NEWS
 

Ridwan Kamil Tegaskan IKN Ada Untuk Bantu Problem Jakarta

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 22 Desember 2023 14:56 WIB
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Kurator Ibu Kota Nusantara (IKN) Ridwan Kamil menegaskan, membangun IKN bukan berarti serta merta menelantarkan permasalahan Jakarta.

Menurutnya, berbagai persoalan Jakarta justru berkurang dengan pindahnya status ibu kota dan hal itu merupakan solusi terbaik, sekaligus memberikan benefit bagi Jakarta sendiri.

"Dengan pindah ke IKN memang tidak menyelesaikan 100 persen, tapi ibarat kalau kita nahan beban pakai tas ransel, ini kilogram berat kita sudah agak berkurang dengan konsep IKN walaupun beban beratnya masih ada sebagaimana sebuah kota megapolitan," kata Ridwan Kamil di Media Center Indonesia Maju, Jakarta, Jumat (22/12/2023).

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, memiliki peran khusus yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di IKN.

Dia diminta untuk menjadi kurator sekaligus pengawas arsitektur untuk bangunan-bangunan di IKN.

Baca juga : Dorong Peran Milenial Gencarkan UMKM, Orang Muda Ganjar Beri Bantuan Gerobak

Kang Emil mengatakan, apa pun yang mengurangi beban Jakarta adalah sebuah solusi.

Dia menilai, IKN bisa membantu Jakarta mengatasi kemacetan, polusi serta ketimpangan.

"Supaya tidak polusi tidak macet? kalau saya ya usulin WFH (work from home) itu dipermanenkan untuk industri-industri tertentu. Jangan pas Covid-19 kita bisa WFH," jelasnya.

Adsense

Kang Emil menilai, pindahnya Ibu Kota ke IKN akan menjadi sebuah gagasan besar untuk Jakarta. Memungkinkan Gedung Kementerian akan beralihfungsi menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya yang bisa dirasakan warga Jakarta.

Saat ini, kata dia, aset-aset yang ditinggalkan di Jakarta itu ada Rp 1.600 triliun, menurut Kementerian Keuangan, dan Rp 300 triliun yang siap dikonversi secepatnya.

Baca juga : DPN Peradi-SAI Angkat 77 Advokat Baru Wilayah DKI Jakarta

Tak hanya itu, gedung kementerian yang kosong juga bisa saja dijadikan hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun hunian vertikal.

Namun, hal itu harus menunggu visi tata ruang dari Gubernur Jakarta terlebih dahulu.

"Bayangkan di Monas tiba-tiba jadi pedestrian gitu ya, gedung-gedung kementerian tiba-tiba ada yang jadi RTH, museum, mengurangi beban banyak sekali," tuturnya.

"Jadi Jakarta, poin saya, akan mendapat banyak benefit (keuntungan) dengan pengurangan beban pindahnya IKN dan juga pasca aset-aset itu nanti dikonversi dikemaslahatan," lanjutnya.

Untuk itu, eks Gubernur Jawa Barat meminta semua pihak untuk mendukung pembangunan IKN yang sudah lama dicita-citakan pemimpin terdahulu.

Baca juga : Mahfud Pastikan Natal Aman, Tak Bahas Politik Praktis

"IKN ini bukan ide Pak Jokowi yang sering orang salah kira, sudah ada zaman kolonial namun gagal, sudah jadi idenya Bung Karno di Palangkaraya, sudah menjadi IKN-nya pak Harto ada SK-nya di jonggol, dan takdirnya di zaman Pak Jokowi. Jadi jangan dibahas lagi kenapa-kenapa, bayinya sudah lahir, sudah jadi UU jadi nggak bisa dibalikkanankan," kata Emil.

"Sehingga IKN ini kita sukseskan, kita bersamai, silahkan kritisi tapi dalam konteks membersamai," lanjutnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense