Penggunaan Listrik di Indonesia
Kebanyakan pembangkit listrik di Indonesia pada masa ini masih menggunakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui. Penggunaan sumber daya listrik yang tidak diperbaharui secara terus-menerus dapat mengakibatkan kepunahan energi (Nagifea dkk., 2022). Ketahanan energi merupakan salah satu hal yang penting dijaga agar tidak mengganggu keberlangsungan hidup di Indonesia. Penggunaan sumber daya alam fosil sebagai pembangkit listrik telah menjadi permasalahan yang perlu diselesaikan. Indonesia harus memaksimalkan penggunaan energi alternatif untuk memenuhi ketersediaan dan energi yang cukup (Alim dkk., 2023).
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006, kebijakan pemerintah pada bidang nasional menentukan pembaharuan energi tahun 2025 tepat guna untuk memenuhi kebutuhan energi dalam jangka panjang melalui pengembangan sumber energi terbarukan. Strategi ini dilakukan untuk meningkatkan ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya fosil sebagai pembangkit listrik. Berdasarkan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007, untuk mendukung dan meningkatkan pembangunan nasional yang berkelanjutan dan meningkatkan ketahanan energi nasional, pada pasal ini dinyatakan tujuan pengelolaan energi harus dialihkan pada swasembada, proses penyediaan, pengelolaan dan penggunaan energi, industri energi, akses publik, dan lingkungan hidup (Alim dkk., 2023).
Hingga kini, berbagai solusi telah dilakukan guna mengatasi ketergantungan terhadap sumber listrik fosil serta memanfaatkan sumber listrik alternatif terbarukan yang ramah lingkungan. Pemerintah Indonesia memiliki target dan komitmen dalam penggunaan energi terbarukan untuk mencapai bauran energi nasional sebesar 23% dari Energi Baru Terbarukan (EBT) pada tahun 2025 (Hasjanah dan Simanjuntak, 2023). Untuk itu pemerintah melakukan beberapa upaya seperti pemanfaatan cahaya matahari sebagai sumber energi listrik pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dan pemanfaatan air yang digunakan pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Namun, biaya yang diperlukan untuk membangun PLTS maupun PLTA sangat besar dan tentu menjadi hambatan terutama untuk negara berkembang seperti Indonesia. Selain itu, pembangunan PLTA sendiri memiliki dampak buruk terhadap lingkungan karena mengubah aliran sungai dan berdampak pada rusaknya ekosistem air dan gangguan terhadap fauna lokal.
Pembangunan pembangkit dengan memanfaatkan tenaga angin juga telah diterapkan di Indonesia seperti Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sulawesi Selatan. Namun, dalam pembangunannya masih mengalami banyak polemik, seperti biaya investasi yang masih tinggi untuk pembangunan PLTB dan ketersedian lahan untuk pembangunan PLTB yang cukup luas. Kecepatan angin yang rendah di beberapa daerah di Indonesia juga menjadi kendala untuk memutar blade atau baling-baling PLTB, sehingga pembangunannya hanya cocok di daerah tertentu dengan kecepatan angin yang tinggi.
Baca juga : BPH Migas-Ditjen Pajak Kerja Sama Pemanfaatan Data
Guna meningkatkan ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya fosil, sebuah solusi menarik muncul dengan memanfaatkan sumber energi mekanis yang dapat dimanfaatkan menggunakan media polisi tidur atau speed bump dan sumber energi panas menggunakan termoelektrik untuk menghasilkan energi listrik. Penggunaan sistem pembangkit listrik ini menjadi solusi dalam mengatasi keterbatasan terhadap bahan bakar fosil. Selain hal tersebut, penggunaan pembangkit listrik ini juga minim dalam menghasilkan pencemaran bagi lingkungan. Oleh karena itu pemanfaatan pembangkit listrik speed bump dan termoelektrik mampu menjadi solusi yang potensial dalam memenuhi strategi pencapaian pemanfaatan energi terbarukan. Konsep pemanfaatan pembangkit listrik speed bump dan termoelektrik ini dinamakan BumpTherm.
BumpTherm
BumpTherm merupakan pembangkit listrik tenaga speed bump dan termoelektrik yang akan disatukan menjadi sebuah alat. Bantalan (bump) akan diberikan lapisan aluminium yang digunakan sebagai konduktor untuk termoelektrik dan graphene akan digunakan melindungi fisik dari speed bump. Gambar 1 menunjukkan pengaplikasian aluminium yang dilapisi graphene pada bump atau bantalan polisi tidur.
Gambar 1. Konsep Pengaplikasian Aluminium yang Dilapisi Graphene pada Bump atau Bantalan Polisi Tidur
Alat termoelektrik akan diposisikan di bawah bantalan (bump) dan terhubung dengan lapisan aluminium. Tegangan yang dihasilkan dari pembangkit listrik speed bump dan termoelektrik akan digabungkan atau di-couple menjadi satu output. Output tersebut berupa listrik tegangan DC dan akan diubah menjadi listrik tegangan AC menggunakan inverter. Gambar 2 menunjukkan desain dari konsep pembangkit listrik BumpTherm.
Gambar 2. Konsep Pembangkit Listrik BumpTherm
Termoelektrik generator dan pembangkit listrik speed bump menghasilkan daya listrik yang berbeda. Termoelektrik generator dapat menghasilkan daya sebesar 8,82 Watt saat suhu aspal mengalami peningkatan sebesar 60°C pada menit ke-60 (Sasmita dkk., 2019). Suhu di Indonesia meningkat dari jam 11.00-14.00 sebesar 31°C, dan suhu menurun dari jam 17.00 sekitar 26,8°C. Dapat diasumsikan suhu aluminium yang dilapisi graphene akan mencapai suhu 60°C selama 5 jam. Maka dapat diasumsikan daya yang dihasilkan dari satu termoelektrik kurang lebih 44,1 Watt/hari.
Baca juga : Implementasi Konsep At-Tasamuh: Berbuat Baik ke Sesama dalam Puasa
Daya listrik yang dapat dihasilkan oleh pembangkit listrik speed bump adalah sebesar 0,37 W/kg dan 80 Watt per 10 km/jam (Wu dkk., 2019). Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) mencatat, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 152,51 juta unit hingga 31 Desember 2022. Sedangkan jalanan dengan penggunaan polisi tidur mampu mengurangi kecepatan rata-rata pengendara hingga 25 km/jam (Nissa dkk., 2020). Dapat diasumsikan jika di sebuah kota yang akan dipasangkan speed bump, masing-masing speed bump akan dilintasi kurang lebih 1.000 sepeda motor dan 500 mobil dalam satu hari. Rata-rata sepeda motor yang digunakan di Indonesia adalah sepeda motor Honda Beat dengan bobot 89 kg tanpa beban. Sedangkan rata-rata mobil yang digunakan di Indonesia adalah mobil Toyota Avanza dengan bobot 1.085 kg tanpa beban. Maka dapat diasumsikan daya yang dihasilkan dari satu speed bump kurang lebih 204.018 Watt/hari.
Pembangkit listrik tenaga speed bump dan termoelektrik (BumpTherm) akan dibangun dengan jumlah yang banyak untuk memenuhi kebutuhan listrik kota. Besaran biaya pembuatan untuk satu BumpTherm diperkirakan kurang lebih 1 hingga 2 juta rupiah. Hal ini memungkinkan BumpTherm dapat dibangun dengan skala yang banyak untuk memenuhi kebutuhan listrik di kota. Sebelumnya telah diasumsikan bahwa daya yang dihasilkan dari satu speed bump kurang lebih 204.018 Watt/hari, dan daya yang dihasilkan dari satu termoelektrik kurang lebih 44,1 Watt/hari. BumpTherm sebaiknya dibangun lebih dari 20 buah, agar daya yang dihasilkan dapat mencapai lebih dari 4 MegaWatt/hari-nya. Gambar 3 menunjukkan pengaplikasian BumpTherm pada skala kota.
(a)
(b)
Gambar 3. Pengaplikasian BumpTherm pada Skala Kota (a) Tampak Bawah dan (b) Tampak Atas
Listrik yang dihasilkan dari BumpTherm akan disimpan ke baterai dan dialirkan ke transmisi melalui transformator. Transformator yang digunakan adalah trafo step-up untuk menaikkan tegangan listrik yang dihasilkan agar listrik yang dialirkan melalui transmisi dapat sampai ke konsumen dengan tegangan 220 volt. Gambar 4 menunjukkan skema penyaluran listrik dari pembangkit BumpTherm ke konsumen.
Baca juga : Guru Honorer Sambangi Kemendikbudristek, Minta Kejelasan Pengangkatan P3K
Gambar 4. Skema Penyaluran Listrik dari Pembangkit BumpTherm ke Konsumen
Penutup
Pengaplikasian BumpTherm diharapkan menjadi solusi dari tercapainya target energi terbarukan di Indonesia. Penerapan BumpTherm dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap Pembangkit Listrik Konvensional yang dapat mencemari lingkungan. Pengaplikasian BumpTherm turut menjadi solusi inovatif yang mendukung pencapaian tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Banyaknya jumlah kendaraan dan cuaca panas yang dimiliki Indonesia akan sangat menunjang keberlangsungan penggunaan pembangkit listrik BumpTherm.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.