RM.id Rakyat Merdeka - Masih banyak mahasiswa yang hanya mengikuti kuliah sebatas untuk lulus ujian, tapi kurang memahami konteks dari mata kuliah yang dipelajarinya.
Akibat kurangnya pemahaman terhadap konteks, banyak mahasiswa yang memiliki ide atau mampu menciptakan suatu produk dan solusi tertentu, tetapi tidak tahu bagaimana cara menerapkannya, atau menjualnya. Pemahaman terhadap konteks sangat penting.
Dengan memahami konteks, mahasiswa lebih mampu menerapkan pengetahuan yang dipelajarinya.
Selain itu, lewat memahami konteks, mahasiswa mampu mengambil keputusan dengan lebih baik dan lebih relevan baik untuk dirinya maupun lingkungannya.
Mata kuliah Economic Survival (ES) yang diberikan kepada mahasiswa President University (Presuniv) sejak awal semester perkuliahan bertujuan untuk mendidik mereka agar lebih mampu memahami konteks.
Demikian ditegaskan Wakil Rektor Bidang Akademik, Riset dan Inovasi, Presuniv Adhi Setyo Santoso ketika membuka The 3rd ES Expo: Business Project Exhibition yang diselenggarakan di President University Convention Center, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi, Selasa-Rabu (14-15 Mei 2024) lalu.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ida Farida, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Bekasi, Yunita Ismail Masjud,yang juga Koordinator ES di Presuniv, para juri yang akan menilai hasil ekspo mahasiswa dan sejumlah tamu undangan dari berbagai perusahaan yang menjadi mitra Presuniv, para staf dan mahasiswa.
Baca juga : Sambut Sahabat Dekatnya: Putin, Presiden China Xi Jinping Gelar Karpet Merah
Adhi menjekaskan, seiring perkembangan teknologi, perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang kemampuannya terus meningkat.
“Setiap perusahaan pasti ingin merekrut calon pegawai dengan kemampuan terbaik. Sekarang perusahaan tidak lagi mencari lulusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK yang tinggi," ujar Adhi dalam keterangannya, Senin (20/5/2024).
Menurut Adhi, bukan itu yang diperlukan perusahaan. Sekarang yang dicari adalah lulusan yang memiliki keterampilan, dan itu harus sesuai dengan kebutuhan industri atau dunia kerja.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Presuniv memperkenalkan mahasiswanya dengan salah satu program pada mata kuliah ES, yakni Internship Experience atau IE.
Lebih lanjut Adhi menjelaskan, melalui IE, Presuniv ingin mengekspos mahasiswanya sedini mungkin dengan berbagai konteks di dunia kerja.
Masih melalui ES, tutur Adhi, Presuniv juga mendorong mahasiswa agar sedini mungkin terekspos dengan berbagai konteks dalam dunia kewirausahaan.
Untuk itu dalam mata kuliah ES, Presuniv memfasilitasi mahasiswanya guna mengembangkan berbagai proyek bisnis dari gagasan mereka sendiri.
Baca juga : Peduli Kemanusiaan, Universitas ‘Aisyiyah Bandung Gelar Aksi Bela Palestina
Proyek-proyek bisnis itulah yang mereka tunjukkan pada pameran hasil karya di ajang The 3rd ES Expo: Business Project Exhibition.
Adhi berharap kelak proyek-proyek tersebut bisa menjadi bisnis yang dikelola oleh para mahasiswa.
“Penting bagi para mahasiswa untuk bisa mendapatkan penghasilan sedini mungkin. Ini akan membuat mereka siap menghadapi gejolak ketidakpastian ekonomi sebagaimana kita alami semasa pandemi Covid-19,” ujarnya.
Sementara itu, Yunita Ismail memaparkan perkembangan kegiatan eksebisi yang dilakukan oleh mahasiswa.
Yunita mengatakan, sejak mulai diadakan pada tahun 2022, jumlah bibit startup terus meningkat. Pada tahun pertama, ada 173 bibit startup yang mendaftarkan diri untuk mengikuti ajang Business Project Exhibition.
"Lalu, pada tahun kedua jumlah pendaftar meningkat menjadi 216 bibit startup. Selama tahun 2024 ini, jumlah startup yang mendaftarkan diri menjadi 253. Ini jumlah yang tidak sedikit,” kata Yunita.
Seluruh bibit startup tersebut, lanjut Yunita, terbagi dalam lima kategori bidang bisnis, yakni food and beverage, servives, merchandise, application and technology.
Baca juga : CEDRS President University dan NSCMI Gelar Earth Day Festival 2024
Menurutnya, peningkatan jumlah bibit startup yang mendaftar merupakan sesuatu yang patut dibanggakan.
“Apalagi peserta yang ikut serta dalam kompetisi ini tidak hanya mahasiswa Presuniv, tetapi juga dari luar,” ungkapnya.
Pada tahun ini, selain ajang business exhibition, mata kuliah ES juga mengadakan lomba Story Telling.
“Sekarang ini kemampuan mengemas dan menyampaikannya dalam bentuk cerita menjadi sangat penting bagi dunia bisnis. Maka, mahasiswa Presuniv perlu memiliki kemampuan tersebut,” ucap Yunita.
Sementara itu, Ida Farida menyambut baik kegiatan The 3rd ES Expo: Business Project Exhibition yang diselenggarakan untuk Presuniv.
Menurutnya, ajang semacam ini sangat penting untuk mencetak pengusaha-pengusaha muda, terutama yang lahir dari lingkungan kampus.
"Saat ini di Kabupaten Bekasi ada 125.000-an pebisnis UMKM yang terdaftar, tetapi yang aktif hanya 15.000-an. UMKM sudah memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bekasi, termasuk menciptakan banyak lapangan kerja," pungkas Ida.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.