BREAKING NEWS
 

Coba Didinginkan Moeldoko

Heboh Tapera Masih Panas

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : SISWANTO
Minggu, 2 Juni 2024 08:05 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (ketiga kiri) bersama Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho (kiri), Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kemen PUPR Herry Trisaputra Zuna (kanan) dan Moderator Prita Laura (kedua kiri) memberikan keterangan kepada media terkait program Tapera di kantor Staf Presiden, Jakarta, Jumat (31/5/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko turun tangan langsung mendinginkan polemik soal Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Mantan Panglima TNI itu sampai menggelar langsung konferensi pers di kantornya, guna menjelaskan soal Tapera. Meski sudah didinginkan, heboh Tapera masih panas.

Moeldoko memimpin langsung konferensi pers soal Tapera di kantornya, kompleks Istana, Jakarta, pada Jumat (31/5/2024). Dalam kesempatan itu, Moeldoko didampingi pejabat terkait seperti Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna. Hadir juga, dan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Dirjen PHI Jamsos Kemenaker Indah Anggoro Putri serta pejabat dari OJK dan Kementerian Keuangan. Tiga orang pekerja dari lingkungan PNS, swasta dan pekerja mandiri ikut dihadirkan untuk memberikan testimoni.

Menurut Moeldoko, polemik yang muncul di masyarakat mengenai Tapera, disebabkan karena kurangnya sosialisasi.

Ia menepis anggapan Tapera ini untuk membiayai program makan bergizi gratis andalan presiden terpilih Prabowo Subianto. Kata dia, program ini akan berjalan nanti pada 2027.

Baca juga : Indonesia Makin Keras Ke Israel

Karena itu, ia minta masyarakat tak perlu khawatir soal kebijakan Tapera lantaran pembahasannya masih panjang. “Kita masih ada waktu sampai 2027. Jadi ada kesempatan untuk konsultasi, nggak usah khawatir,” kata Moeldoko.

Moeldoko yakin dengan adanya pembentukan komite Tapera, akan membuat pengelolaan dana transparan dan akuntabel. Ia meyakinkan, Tapera tidak akan bernasib seperti asuransi lain semisal ASABRI atau Jiwasraya. Akan ada komite yang mengawasi, mengelola dengan akuntabel dan transparan. Investasinya pun akan dikontrol dengan baik.

Portofolio investasinya, akan dijalankan oleh manajer investasi yang profesional, dan ditempatkan 80 persen di obligasi negara atau obligasi korporasi dengan grade AAA atau minimal A. Sangat aman, dan akan dievaluasi setiap tiga bulan.

Moeldoko berharap, masyarakat akan semakin memahami setelah gencar dilakukan sosialisasi dan konsultasi. Masih ada waktu 2-3 tahun.

Baca juga : Herzaky Mahendra Putra: Revisi UU Menyesuaikan Kebutuhan Masyarakat

Di tempat yang sama, Heru Pudyo Nugroho mengatakan, Tapera adalah solusi pembiayaan rumah jangka panjang. Pemerintah akan membantu masyarakat khususnya para pekerja untuk memiliki rumah sendiri dengan mudah dan ringan.

Kata dia, saat ini makin sulit membeli rumah. Data di 12 propinsi menunjukkan, masyarakat susah menjangkau hunian dengan kemampuan penghasilannya. Bahkan di Jawa dan Bali, angka keterjangkauan mendapatkan rumah di atas 5, atau kategorinya sangat tidak terjangkau.

Ada 9,95 juta kepala keluarga tidak punya rumah. Sementara, kebutuhan rumah untuk keluarga baru mencapai 700-800 ribu unit pertahunnya. Sedangkan kemampuan Pemerintah hanya bisa menyediakan 250 ribu rumah setahun.

Kalau hanya mengandalkan kemampuan Pemerintah, maka kebutuhan rumah untuk masyarakat tidak akan terkejar. “Permasalahan ini terjadi hampir di semua segmen, baik di masyarakat berpenghasilan rendah, menengah, maupun pekerja kelas atas,” ujar dia.

Baca juga : Gilbert Simanjuntak: Sepatutnya Timbul Alarm Kewaspadaan

Karena itu, Tapera hadir melalui penurunan suku bunga yang pada akhirnya menurunkan besaran angsuran bulanan para peserta. Ia memberikan ilustrasi membeli rumah dengan KPR Tapera. Simpelnya, terdapat selisih angsuran sebesar Rp 1 juta perbulan, jika mengambil satuan rumah susun dengan asumsi harga Rp 300 jutaan.

Jika menggunakan KPR komersial, pegawai bergaji 6 jutaan angsurannya kurang lebih Rp 3,1 juta perbulan, dengan asumsi bunga 11 persen. Namun jika melalui KPR Tapera hanya Rp 2,1 juta perbulan, sudah termasuk tabungan.

Adsense

“Jadi secara tidak langsung, dengan menjadi anggota Tapera dia nabung setahun, mengajukan KPR itu meningkatkan bank availability dari peserta,” jelas dia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense