BREAKING NEWS
 

Saran Anggota IKAL-Lemhannas

BPIP Jangan Terjebak Proyek

Reporter & Editor :
ANGGOWO ADI SEPTANINGRAT
Jumat, 28 Juni 2024 14:34 WIB
Sestama BPIP Tonny Agung, Kepala BPIP Yudian Wahyudi, dan Wakil Kepala BPIP Rima Agristina.

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) diminta fokus dan selektif dalam program implementasi nilai-nilai Pancasila. Jangan atas nama realisasi penyerapan anggaran, dikebut program bernuansa proyek. Saran tersebut disampaikan Anggota Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL-Lemhannas) Burhanuddin Hassan kepada Rakyat Merdeka, Jumat (28/6/2024). 

Menurut dia, sebaiknya BPIP kembali ke jalan yang benar dalam menanamkan pemahaman kepada masyarakat untuk melaksanakan UUD 1945 berdasarkan Pancasila Jati Diri Bangsa. "Bisa dimulai dari para petinggi BPIP. Memberi contoh suri tauladan, berbudi pekerti yang baik dan benar," ujar Burhanuddin. 

Eks Presdir Pacific Petroleum & Trading dan eks Presiden Komisaris PT Arun NGL itu berharap BPIP senantiasa berpedoman pada Eka Prasetya Pancakarsa. Dari konsep hingga ke implementasi program. "Bukan hanya berwacana. Rakyat perlu bukti nyata terlindungi, mewujudkan kesejahteraan dengan cerdas, dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” terang Burhanuddin. 

Baca juga : Pengrajin Anyaman Mansiang Rasakan Manfaat Program PNM Mekaar

"Sekarang ini, BPIP malah terjebak beberapa proyek tidak terkait langsung implementasi Pancasila. Misalnya Paskibraka. Betul itu ada dasar hukumnya, namun hampir tiap tahun seleksi Paskibraka Nasional dikeluhkan. Jika ada dugaan kecurangan atau titipan, itu kan namanya proyek," imbuh jebolan Lemhannas Kursus Singkat Angkatan (KSA) 10 itu. 

Adsense

Pihaknya juga menyoroti permintaan BPIP kepada DPR, penambahan anggaran Rp 45 miliar untuk influencer dan content creator. "Influencer yang bukan selebritas. Tapi pendamping masyarakat yang memberi motivasi bersama memajukan kesejahteraan. Juga bukan hanya di 1-2 kota saja, tapi merata sampai pelosok desa. Asal bukan proyek ya. Ini sensitif," cetusnya. 

Sebelumnya diberitakan. Paskibraka terbaik Maluku Kristianie Lumatalela (16) dan Paskibraka terbaik Kutai Barat Gregorius Attara (16) gagal lolos menjadi Paskibraka Nasional. Selain mendadak 'digantikan', masalah gagal tes kesehatan dituding menjadi penyebab.

Baca juga : Soal Putusan MK Irman Gusman, Jimly: Jalankan Saja, Jangan Diperdebatkan

"BPIP mengimbau kita untuk melaksanakan seleksi secara transparan. Namun sayang sekali, setelah melaksanakan dengan baik dan benar di kabupaten dan provinsi, di pusat justru tidak menggunakan aplikasi. Bahkan, alasan anak kita tidak lolos pun tidak jelas," keluh Kabid Kesbangpol Kubar, Ramadan kepada wartawan, baru-baru ini. 

Daripada tiap tahun muncul dugaan kecurangan, pakar kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah mengusulkan agar peran BPIP digantikan oleh Pansel Independen melalui semacam uji publik. "Panitianya juga harus dikenal dan didukung publik. Apalagi Paskibraka ini mewakili generasi muda yang sehat, berwawasan kebangsaan, dan menjadi role model," tutur Trubus kepada Rakyat Merdeka. 

Di tempat terpisah, BPIP berdalih proses seleksi telah melalui berbagai tahapan, termasuk tes kesehatan, psikotes, dan wawancara, yang semuanya dilaksanakan objektif. Termasuk melibatkan tim profesional. "Hasil verifikasi tersebut sudah berdasarkan peringkat di tingkat pusat," cetus Wakil Kepala BPIP sekaligus Pengarah Program Paskibraka, Rima Agristina, Senin (24/6).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense