RM.id Rakyat Merdeka - Presiden terpilih, Prabowo Subianto masih menggodok susunan kabinetnya. Berapa jumlah kementerian, berapa jatah tiap partai, siapa yang akan diangkat jadi menteri, semuanya masih gelap. Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani yang dikenal sangat dekat dengan Prabowo, minta semua pihak bersabar menunggu kabar pasti dari Prabowo. “Pokok’e, sekarang pada deg-degan,” kata Muzani.
Penyusunan kabinet Prabowo-Gibran memang jadi isu seksi belakangan ini. Mengingat jadwal pelantikan Presiden dan Wakil Presiden tinggal hitungan hari. Sementara, komposisi kabinet yang akan dibentuk Prabowo, masih sebatas kabar burung.
Di media sosial, banyak bertebaran komposisi kabinet Prabowo-Gibran. Mulai dari jumlah kabinet yang mencapai 44, hingga daftar nama yang bakal diplot sebagai menteri. Namun, semua itu belum bisa dipastikan kebenarannya.
Di tengah ramainya kabar tersebut, Jumat (27/9/2024), sejumlah tokoh datang ke kediaman Prabowo, di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor. Kedatangan para tokoh itu, disebut atas undangan Prabowo.
Baca juga : MPR Tuai Pro-Kontra
Mereka yang datang adalah Asisten Khusus Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Badan Intelijen Strategis TNI Letnan Jenderal Yudi Abrimantyo, dan Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid. Mereka datang ke Hambalang secara bergantian dari Jumat siang hingga sore.
Ditanya soal pemanggilan tokoh-tokoh ke Hambalang itu, Muzani enggan berkomentar. Kata dia, saat ini, Prabowo memang sedang menggodok nama-nama yang akan masuk dalam kabinetnya.
Namun, apakah ada kaitan antara kedatangan sejumlah tokoh ke Hambalang dengan penyusunan kabinet, Muzani menggeleng. “Entahlah,” kata Muzani, di Komplek Parlemen Jakarta, Sabtu (28/9/2024).
Wakil Ketua MPR ini hanya menegaskan, waktu pelantikan semakin dekat. Artinya, Prabowo makin intens menyusun kabinetnya. “Pokok’e, sekarang pada deg-degan,” kata Muzani, berseloroh.
Baca juga : Jagoan KIM Di Atas 50 Persen
Senada disampaikan Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak. Dahnil mengatakan, Prabowo memang sudah mengantongi beberapa nama yang akan dipilih sebagai menteri. Daftar nama yang ada dalam kantong Prabowo itu, berasal dari beragam latar belakang. Ada yang diusulkan parpol pendukung, ada juga yang diusulkan kelompok lain, seperti organisasi masyarakat, kelompok profesi, dan lain sebagainya.
Kata Dahnil, Prabowo akan mempertimbangkan nama-nama tersebut dengan seksama. Prabowo, lanjut dia, akan memberikan kesempatan kepada siapa pun yang ingin berkontribusi dalam pemerintahan. Asalkan, bisa memenuhi tiga syarat yang diberikan Prabowo.
“Syarat pertama, berintegritas dan punya komitmen memberantas korupsi,” kata Dahnil, saat ditemui usai acara Deklarasi Ormas dan Pengukuhan Pengurus Besar Matahari Pagi Indonesia di Jakarta, Sabtu (28/9/2024).
Syarat kedua, memiliki kompetensi. Menurut Dahnil, sejak awal, Prabowo ingin membentuk kabinet zaken atau kabinet profesional. Karena itu, calon menteri harus punya kompetensi.
Baca juga : Bonnie Triyana: Tokoh Bangsa Tapi Bukan Pahlawan...
Syarat ketiga, harus loyal. Para calon menteri harus tegak lurus dengan berbagai agenda pembangunan yang sudah dibuat Prabowo.
Lalu, berapa jumlah menteri di Kabinet Prabowo? Kata Dahnil, jumlah pastinya belum diputuskan. Semuanya masih berproses. Tetapi yang jelas, jumlahnya akan bertambah dari saat ini yang berjumlah 34 kementerian. Soalnya, ada kementerian yang dipecah. Ada juga kementerian yang dimerger atau digabungin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.