BREAKING NEWS
 

Dianggap Tebar Hoaks

Rizal Ramli Kesandung Utang

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : WAHYU SURYANI
Rabu, 30 Januari 2019 13:24 WIB
Mantan Menko Kemaritiman dan Ekonom Senior, Rizal Ramli. (Foto: Kontan)

 Sebelumnya 
Namun, RR tetap mengkritisi tingkat yield obligasi pemerintah saat ini yang sebesar 8 persen, lebih tinggi dibandingkan negara tetangga seperti Vietnam yang yield-nya hanya 5 sampai 6 persen. “Akhirnya Pak RR mengakui bahwa pernyataannya menyesatkan. Cuitan dan status FB yang ditulis sebelumnya juga dihapus.

Jadi yang sebenarnya ngawur adalah pernyataan RR, tapi yang dituduh Menkeu dan juga mengatasnamakan rakyat yang terbebani. Rakyat yang mana? Ada baiknya Pak RR membaca secara perlahan-lahan dan memahami dengan bijak sebelum menyebarkan suatu informasi. Kami di Kementerian Keuangan Republik Indonesia senantiasa bekerja secara profesional dalam menjaga keuangan negara,” terangnya.

Baca juga : Airlangga Optimis Elektabilitas Golkar Makin Melambung

Direktur Surat Utang Negara Loto Srinaita Ginting juga mengklarifikasi, kicaun RR yang pertama tidaklah benar. Itu data lama tahun 2009. “Jadi berita tersebut adalah tidak benar dan menyesatkan,” kata Loto.Saat sebelum dihapus, kicauan RR sempat ditanggapi ekonom Yustinus Prastowo lewat? @prastow.

“Nambah satu lagi nih bikin hoax yang menyesatkan. Bang Rizal Ramli, itu bukan utang baru. Itu Global Bonds dalam USD terbitan 2009, jatuh tempo Maret 2019 dan akan DILUNASI. Kebijakan era Pak @SBYudhoyono yang bisa dimaklumi, waktu itu krisis global, BI rate 9.5 persen. Bertaubatlah!” imbaunya.

Baca juga : Sandiaga Uno Ikutan Istri

Komentar netizen isinya meminta RR sadar. Seperti tweeps @FarelmaxL. “Maaf bos @RamliRizal , benci pemerintah boleh aja. Kritik boleh aja, asal data valid dan akurat. Sebelum posttwit dicek dulu. pendukung ada banyak yangg terhasut,” cuitnya senada dengan? @Ferdnand_Haean. “Bos, pake data yang benar dong, jangan buat kita tambah malu.” [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense