Sebelumnya
“Ini bagian dari evaluasi atas proses Pemilu yang sudah berjalan. Banyak penyesuaian yang harus kita lakukan, baik dari sisi pelaksanaan maupun konsep,” ujarnya.
Prasetyo juga menyinggung wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD. Menurutnya, isu tersebut belum masuk Prolegnas 2026 sehingga belum menjadi prioritas pembahasan DPR.
“Yang menjadi prioritas saat ini adalah revisi Undang-Undang Pemilu karena sudah masuk Prolegnas. Komisi II DPR juga berkomitmen membuka ruang partisipasi publik agar masyarakat bisa memberikan masukan yang konstruktif,” katanya.
Ia menegaskan, semangat utama revisi UU Pemilu adalah kepentingan bangsa dan negara. Meski anggota DPR berasal dari partai politik yang berbeda, seluruh pihak diharapkan tetap mengedepankan kepentingan rakyat.
Baca juga : Bongkar Jaringan Love Scamming, Imigrasi Tangkap 27 WNA
“Kompetisi itu penting dalam demokrasi. Tetapi pada akhirnya, kita harus mengutamakan kepentingan rakyat di atas segala-galanya,” ujarnya.
Sistem E-Voting
Terkait usulan PDI Perjuangan (PDIP) mengenai penerapan e-voting, khususnya untuk pilkada, Prasetyo mengatakan, Pemerintah tidak menutup diri terhadap digitalisasi pemilu. Namun, banyak aspek yang harus dipastikan secara matang.
“E-voting selalu menjadi salah satu pokok bahasan dalam setiap pembahasan sistem kepemiluan,” katanya.
Meski demikian, Pemerintah mengingatkan perlunya memperhitungkan risiko keamanan siber, kesiapan infrastruktur, serta kemampuan audit publik. Prasetyo menegaskan penerapan sistem elektronik tidak bisa dilakukan secara terburu-buru dan harus disesuaikan dengan kondisi pemilih yang beragam.
Baca juga : Demokrat NTB Ingin Pemilihan Ketua Berlangsung Aklamasi
Pemerintah, katanya, terbuka untuk berdiskusi lebih lanjut, tapi keputusan akhir tetap berada di DPR.
Sementara, Dasco mengatakan, DPR akan mengkaji usulan pelaksanaan pilkada melalui e-voting Menurutnya, penggunaan teknologi dalam pemilu berpotensi menghadirkan efisiensi yang lebih besar dibandingkan sistem konvensional.
“Segala sesuatu yang baik untuk pemilu kan tentunya pasti akan dibicarakan. Nah termasuk memang kita menuju ke arah teknologi, yang lebih maju kalau itu pakai e-voting kan,” ujarnya.
Apalagi, kata Dasco, banyak negara lain juga sudah menerapkan e-voting dengan sukses. Namun, salah satu yang jadi perhatian adalah sisi keamanan sistem.
Baca juga : Kader Gerindra Belajar Pelaporan Pajak Coretax
Sebelumnya, PDIP mendorong pilkada tetap digelar secara langsung. Partai berlambang banteng itu juga mengusulkan penerapan e-voting untuk menekan biaya pilkada yang dinilai semakin mahal. [BYU/UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.