RM.id Rakyat Merdeka - Modus penyelundupan emas ke luar negeri semakin beragam. Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri membongkar jaringan yang mengubah emas batangan menjadi bubuk sebelum disamarkan dalam pakaian dalam pria dan wanita untuk dikirim ke Dubai melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Irhamni mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan hasil pengembangan kasus penyelundupan emas yang sebelumnya ditindak di Apartemen Fontana dan Gloria.
Penyidik kemudian mengembangkan penyelidikan ke lokasi lain di West Classic Gold.
“Ini modusnya berbeda. Kalau kemarin dalam bentuk balokan emas satu kilo, tetapi kalau di West Classic ini berupa bubuk,” ujar Irhamni saat menunjukkan lokasi pengolahan emas.
Menurut Irhamni, emas batangan terlebih dahulu dihancurkan menggunakan sejumlah peralatan hingga menjadi serbuk.
Bubuk emas tersebut kemudian dimasukkan ke dalam celana dalam pria dan bra wanita yang telah dimodifikasi.
Baca juga : Polri Tes Narkoba Tahanan di Rutan Bareskrim, Hasilnya Semua Negatif
Serbuk emas juga diberi pewarna serta zat kimia tertentu agar menyerupai gel dan tidak mudah terdeteksi saat pemeriksaan di bandara.
Ruko yang digeledah memiliki empat lantai dengan fungsi berbeda. Lantai pertama digunakan sebagai tempat transaksi dan penerimaan emas batangan dari berbagai wilayah Indonesia.
Lantai dua menjadi tempat penyimpanan logistik dan sejumlah brankas. Lantai tiga digunakan sebagai tempat istirahat bos jaringan, sedangkan lantai empat dijadikan lokasi pengolahan dan pemurnian emas.
Dari penggeledahan, penyidik menemukan berbagai barang bukti, antara lain timbangan untuk mengukur emas dan kadar, sejumlah rekening transaksi, satu batang emas seberat satu kilogram, mesin penghancur emas, blender untuk menghaluskan emas, mesin jahit untuk memodifikasi pakaian dalam, brankas, serta sejumlah zat kimia.
“Mesin jahit ini digunakan untuk memodifikasi celana dalam. Ada bagian khusus untuk menyimpan bubuk atau serbuk emas tadi,” jelas Irhamni.
Jaringan tersebut diduga telah beroperasi selama kurang lebih delapan bulan. Berdasarkan keterangan masyarakat sekitar, aktivitas di lokasi tersebut telah berlangsung cukup lama.
Baca juga : Tim Gabungan Sukses Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin di Perairan Bintan
Namun, penyidik masih akan mencocokkan informasi tersebut dengan data perlintasan para pelaku di Imigrasi.
Kapasitas jaringan tersebut terbilang besar. Irhamni menyebut, kelompok itu mampu mengumpulkan sekitar 30 kilogram emas per hari.
Emas dikumpulkan dari berbagai wilayah di Indonesia, kemudian dibawa ke lokasi untuk diolah sebelum dikirim ke luar negeri.
“Kurang lebih 30 kilo per hari. Mereka sama-sama mengumpulkan, menerima dari seluruh Indonesia kemudian dikumpulkan satu hari. Ada kurir yang menjual ke sini, ada kurir juga membawa ke luar negeri,” katanya.
Untuk membongkar jaringan hingga ke akar-akarnya, Bareskrim Polri menggandeng sejumlah instansi. Penyidik akan berkoordinasi dengan Imigrasi, Bandara Soekarno-Hatta, Bea Cukai, dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri perjalanan para pelaku serta aliran transaksi keuangan.
Lokasi West Classic Gold juga disebut berkaitan dengan dua tersangka yang sebelumnya telah ditahan.
Baca juga : Kemenhut Hentikan Tambang Emas Ilegal di Bolaang Mongondow, 2 jadi Tersangka
Dari alat komunikasi para tersangka, penyidik menemukan adanya hubungan dengan pihak-pihak yang bertugas mengumpulkan emas dari sejumlah daerah.
Irhamni menegaskan, penyidik tidak hanya memburu pelaku di lokasi pengolahan. Polisi akan menelusuri seluruh rantai bisnis, mulai dari pihak yang mengumpulkan emas, pengolah, kurir, hingga jaringan yang membawa emas tersebut ke luar negeri.
“Kita harus tahu dari hulu kemudian sampai hilirnya, melintasi perlintasan di Bandara Soekarno-Hatta,” tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.