Sebelumnya
Mengenai kaitan dengan virus SAR-CoV-2 penyebab COVID-19, ahli mikrobiologi Tim Riset Kefir UIN Bandung, Yani Suryani, menjelaskan, kefir memiliki kemampuan menekan atau menghambat ACE-2 (angiotensin-converting enzyme) yang merupakan reseptor SAR-CoV-2. Dengan begitu, kefir dapat menghambat masuknya virus tersebut.
Yani menambahkan, makanan kaya probiotik seperti kefir dapat mendukung keseimbangan mikroorganisme dalam usus dan juga berkorelasi dengan penurunan kecemasan. Hal ini karena probiotik memiliki kemampuan mereduksi tingkat kortisol yaitu hormon yang berperan dalam penggunaan gula atau glukosa dan lemak dalam metabolisme tubuh untuk menyediakan energi. Hormon kortisol berperan mengendalikan stres yang dipengaruhi oleh infeksi, cedera, aktivitas berat, dan stres fisik serta emosional. Selain itu, mengonsumsi kefir juga dapat membantu meningkatkan pencernaan karena adanya bakteri Lactobacillus sp. dan Bifidobacterium di dalamnya. Dengan kata lain, kefir berfungsi melawan patogen dan memulihkan flora di dalam usus, juga kefir memiliki peran memperbaiki/memerangi sindrom iritasi usus.
Baca juga : Berkah Apa Musibah
Penggunaan kefir susu dan kefir kolostrum dalam pencegahan dan penanggulangan Covid-19 juga berdasarkan pertimbangan ketersedian bahan baku yakni susu segar yang dihasikan dari ternak sapi atau kambing. Tim Riset Kefir dan Ketua Lab Terpadu UIN Bandung, Tri Cahyanto, menjelaskan bahwa susu segar hampir bisa ditemukan di seluruh wilayah Indonesia.
Selain itu, pembuatan kefir susu cukup mudah dan tidak memerlukan keahlian khusus, dapat dipelajari siapa pun. Sehingga diharapkan penggunaan kefir susu selain dapat mencegah dan menanggulangi COVID-19 dengan harga yang terjangkau juga dapat menghidupkan UMKM dan peternak sapi/kambing perah, dengan demikian roda perekonomian tetap berjalan. Tri menyatakan, Lab Terpadu UIN Bandung bersama Komunitas Kefir Indonesia siap memfasilitasi pelatihan secara online untuk mempermudah masyarakat mempraktikan pembuatan kefir secara massal.
Baca juga : Redam Konflik, Pengelolaan LIB Baiknya Ditenderkan Pada Pihak Lain
Pemilihan kefir susu dan kefir kolostrum dalam pencegahan dan penganggulangan Covid-19 juga didasarkan hasil studi awal yang dilakukan Tim Riset Kefir bekerja sama dengan Komunitas Kefir Indonesia (KKI) pada penggunaannya terhadap sejumlah pasien positif Covid-19, pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang dalam pengawasan (ODP). Hasilnya, menunjukkan tingkat kesembuhan yang lebih cepat, kurang dari 14 hari.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.