BREAKING NEWS
 

China Klaim Kasus Pelarungan ABK WNI Terus Ditindaklanjuti

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : KRISTANTO
Selasa, 2 Juni 2020 13:32 WIB
Adegan pelarungan jenazah WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal di kapal pencari ikan berbendera China.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus eksploitasi dan pelarungan anak buah kapal (ABK) yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) masih terus ditindaklanjuti pihak China.

Konsul Jenderal Kedubes China di Jakarta Cai Zhifeng mengatakan pemerintahnya sangat menganggap penting masalah yang melibatkan ABK WNI ini. Pihak Beijing terus menjaga komunikasi erat lewat jalur bilateral dan sudah memberitahukan pihak Indonesia mengenai perkembangan investigasi.

Baca juga : Komisi III DPR Desak Kejagung Usut Tuntas Kasus Penyalahgunaan Impor Tekstil

Bulan lalu, muncul kasus pelarungan ABK WNI dari kapal ikan China Long Xing 629. Tiga ABK WNI yang meninggal dimakamkan di tengah laut dan 14 lainnya diduga menjalani kerja paksa.

Adsense

“Setahu saya pemerintah lokal yang bersangkutan sudah membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi,” ujar Cai Zhifeng yang memberikan penjelasan dalam konferensi pers virtual bersama Dubes Xiao Qian, Selasa (2/6).

Baca juga : Wahidin Halim: Jangan Cari Kerja di Banten!

“Kami berharap dan percaya bahwa atas investigasi yang komprehensif, berdasarkan fakta, dan melalui negosiasi persahabatan bilateral, masalah terkait ABK WNI akan diselesaikan secepat mungkin sesuai dengan hukum, peraturan serta kontrak komersial yang relevan,” lanjutnya.

Kabar mengenai kondisi ABK WNI ini muncul di media Korea Selatan (Korsel) MBC News pada Mei mengabarkan para ABK WNI berada dalam lingkungan seperti perbudakan. Berdasarkan pengakuan mereka, para WNI bekerja berdiri selama 30 jam sehari untuk menangkap ikan.

Baca juga : China Ngamuk AS Kerahkan Pasukan Untuk Amankan Pelantikan Presiden Taiwan

Para WNI tersebut mengakui mereka didiskriminasi. Misalnya, mereka diminta minum dengan air laut yang disuling. Padahal, para ABK Tiongkok minum air botolan dari darat.

Pemerintah Indonesia telah memprotes insiden pelarungan anak buah kapal asal Indonesia yang bekerja di kapal Long Xing. Salah satu protes dilayangkan Duta Besar Indonesia di Beijing kepada Direktur Jenderal Asia dari Kementerian Luar Negeri China pada 9 Mei lalu. [DAY]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense