Sebelumnya
Tujuannya ya melemahkan kekuatan rakyat bangsa Indonesia. Agar Indonesia dapat mereka kua sai. Bisa jadi bukan oleh mereka yang sekarang ribut, tapi oleh pihak ketiga yang justru tak muncul di lapangan konflik. Untuk memprovokasi lebih jauh lagi, pembakaran bendera PDIP yang disandingkan dengan bendera PKI, dilakukan secara demonstratif. Ketersedia an bendera Palu Arit PKI yang masih tampak baru, fresh from the oven, membuat saya tersenyum.
Setiap akal waras pun akan menyimpulkan pastilah ada pihak yang sengaja mempersiapkan dan merancang terjadinya peristiwa ini.
Ketika beberapa kawan bertanya kepada saya; siapa sebenarnya yang bermain api di belakang peristiwa ini? Spontan saya jawab..,,wah maaf, itu domain Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kepolisian RI untuk menjawabnya..’’Karena apa yang terlihat secara kasat mata oleh mata publik, biasanya hanyalah bayangan atau shadow puppet dari sang dalang yang sesungguhnya memainkan semua ini. Saya jadi teringat kembali suasana saat prakondisi terjadinya G30S PKI.
Baca juga : Perkuat Bisnis, Pertamina Akan Rasionalisasi 25 Anak Usaha
Saat itu kelompok kiri (PKI) dan konco-konconya tampil bringas, ganas, dan menakutkan. Pada akhirnya mereka tergiring dan terpancing melakukan gerakan politik ‘kudeta’. Maka terciptalah sejarah G30S PKI. Mereka pun terjebak dan ter perangkap. Tentara dibantu rakyat pun, menumpas golongan kiri (PKI) sampai ke akar-akarnya.
Selanjutnya, dengan sigap dan penuh kesiapan, tentara menguasai seluruh lini yang ada dalam bangunan politik di negeri ini. Berlanjut hingga tiga dekade lebih berkuasa. Ketika pemerintah Amerika membuka kotak pandora yang berisi dokumen sejarah G30S PKI, karena sudah melewati batas waktu kerahasiaan, terkuak lah dokumen bagaimana CIA mengambil peran sangat aktif (dalang) dalam upaya penumbangan Bung Karno dari kekuasaannya.
Sementara Suharto oleh banyak pengamat ditempatkan ha nya sebagai pelaksana proyek politik Amerika dalam konteks perang dingin saat itu (kepentingan geopolitik).
Baca juga : Perkuat Keandalan Energi Nasional, Pertamina Bersinergi dengan BUMN Karya
Hembusan Poros Jakarta-Peking pun ampuh meluluh-lantakkan kekuasaan Bung Karno dan barisan pendukungnya yang dilebelisasi sebagai barisan pro komunis. Kekuatan rakyat dipecah belah.
Selanjutnya Amerika pun menjadi perancang tunggal bagaimana Indonesia seharusnya berdiri sebagai sebuah negara yang siap menjadi kompradornya kaum kapitalis. Kekayaan negara dan kekayaan yang terpendam dalam perut bumi di seluruh Nusantara, di bawah kontrol me reka sepenuhnya.
Sebagian besar menjadi ‘bancakan’ kroni penguasa Orba dan para cukong yang sekarang dikenal dengan istilah konglomerat. Dengan munculnya demo mirip-mirip desain masa lalu, saya jadi miris bila ternyata akan melahirkan pengulangan sejarah yang sangat buruk.
Baca juga : Sistem Ganjil Genap Kepentingan Siapa?
Hanya bedanya dulu ekstrim kiri yang dihabisi, kali ini ekstrim kanan yang dijadikan alat untuk masuk dalam wilayah ‘jebakan Batman’. Walau tanda-tanda ke arah sana masih jauh dan samar, trauma masa lalu mengeret saya ke ruang imajinasi di mana gambaran kekalahan rakyat untuk ke sekian kalinya bakal terjadi.
Belajar dari sejarah, komponen masyarakat yang bisa dinyatakan sebagai bonggolnya kekuatan massa rakyat Indonesia adalah ketika massa kaum Banteng (Marhaen) Nasionalis, kaum Nahdliyin, dan massa rakyat pengikut Muhammadiyah, bersatu dan bergandeng tangan erat bahu membahu sebagai satu kesatuan rakyat.
Ketika dua kekuatan Nasionalis-Islam ini dihancurkan, hancur pula lah kekuatan rakyat Indonesia. Itu lah (politik devide et impera) yang digunakan kaum penjajah yang jeli, termasuk apa yang dilakukan semasa pra dan saat terjadinya G30S PKI. Oleh karenanya, ketika saya mendampingi Mbak Mega, sebagai the leader of opositition terhadap rezim Orde Baru, beliau dan sejumlah sesepuh menugasi saya untuk merajut dan membangun barisan perlawanan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.