BREAKING NEWS
 

Terpidana Mati Melarikan Diri Lewat Gorong-gorong

Zaman Kan Udah Canggih, Napi Kabur Harusnya Cuma Di Film

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : ABDUL SHOMAD
Rabu, 23 September 2020 06:12 WIB
Cai kabur dengan cara menggali lubang di dalam kamar selnya yang terhubung dengan gorong-gorong di luar bagian belakang lapas.

RM.id  Rakyat Merdeka - Terpidana mati seorang Warga Negara China, Cai Changpan, kabur dari kamar selnya di Lapas Klas I Tangerang, Banten.

Terpidana kasus narkoba ini menggali lubang yang terhubung ke gorong-gorong bagian belakang lapas. Netizen heran bukan kepalang dengan kasus Cai Changpan alias Cai Ji Fan alias Antoni.

Aksi Cai yang melubangi kamar sel dan tembus ke gorong-gorong di bagian luar di belakang lapas, sangat mencurigakan. Bisa-bisanya sampai tidak ada yang tahu usaha menggali lubang tersebut.

“Aneh aja, para penjaga lapas baru tau ada WBP (warga binaan) kabur setelah beberapa hari. Padahal setiap hari, pagi-siang-sore jumlah WBP selalu dihitung. Lucu aja kalo sampai kecolongan setelah beberapa hari,” ujar Fafacheesededy.

Tendean_emma menyarankan napi yang kabur langsung dipulangkan ke negara asalnya. “Pakai ditahan di Tangerang justru berbahaya. Semoga cepat tertangkap dan segera dideportasi. Takutnya ada jaringan internasional,” tuturnya.

“Divonis hukuman mati dari 2017, sampai sekarang masih belum dieksekusi. Potret hukum Indonesia yang luar biasa,” kata Dedirahimuddin.

Baca juga : Penembakan Bos Pelayaran Di Kelapa Gading Didalangi Karyawannya

“Berhubung statusnya sebagai napi mati, sebaiknya dieksekusi saja secepatnya karena sudah lari yang ketiga kalinya,” sambung Pwingko.

Bogypratama25 mencurigai ada pihak lapas yang ikut membantu pelarian narapidana narkoba ini. “Pasti ada anggota lapas yang membantu kayaknya. Coba usut, tidak mungkin tahanan bisa membuat (lubang sendiri),” katanya.

“Kok bisa Pengawasan dan Pengamanan Lapas lemah. Seharusnya penjagaan ketat untuk napi berbahaya. Apalagi penjahat yang sudah divonis mati,” kata Co2for.

QueenRetno2 menyesalkan petugas yang tidak memanfaatkan kamera pengintai. Kata dia, percuma ada CCTV tapi tidak dimanfaatkan. “Baru diliat setelah Napi berhasil kabur,” ungkapnya.

Adsense

“Iyalah masa tidak ada pengecekan lapas sih, nggak ada suara galian atau nggak liat cangkul, masa... Napi kabur cuma ada di film dan zaman jadul, sekarang ada CCTV, sudah canggih. #Drama ?,” kata Arsenalkar.

Sementara, Nashir020610 berusaha mikir positif. Dia bilang, mungkin napi asal China itu usaha keras selama beberapa hari sendirian pake alat seadanya untuk menggali lobang.

Baca juga : Cerai, Laudya Cynthia Bella: Rumah Tangga Kami Hanya Sampai Di Sini

“Dan akhirnya bisa kabur sendiri tanpa bantuan siapapun,” katanya.

Anggota Komisi III DPR Eva Yuliana menegaskan, Komisi III sebagai mitra Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM), akan turun langsung ke Lapas Klas I Tangerang. Dia memastikan akan ikut menginvestigasi kejadian ini.

“Kami akan melihat penyebab terjadinya insiden ini,” ujarnya, kemarin.

Dia mengatakan, jika dalam investigasi menemukan indikasi petugas lapas yang ikut berperan membantu pelarian Cai, maka Menkumham Yasonna Laoly harus memberikan sanksi tegas.

Saat ini, kaburnya Cai masih diselidiki Ditjen Pemasyarakatan (PAS) Kemenkumham. Salah satunya dengan memeriksa jajaran Lapas Klas I Tangerang. Ditjen PAS juga berkoordinasi dengan Polri untuk memburu Cai.

“Ya, tentunya jajaran dari Lapas Klas I Tangerang diminta keterangan oleh tim investigasi,” ujar Kepala Humas dan Protokol Ditjen PAS Rika Aprianti, Minggu (20/9).

Baca juga : Sesalkan Pembatalan Diskon Uang Kuliah, HNW: Kemenag Harusnya Kreatif

Sebelumnya, kata Rika, sudah diperiksa tujuh narapidana yang berada di dalam Lapas klas 1 Tangerang.

“Sudah diperiksa teman sekamar warga negara China, teman satu blok, warga binaan yang pernah kontak, semua ada tujuh orang,” kata Rika.

Rika menegaskan, pihaknya bekerja keras untuk menangkap kembali Cai Changpan. Termasuk berkoordinasi dengan Kepolisian.

“Kami bekerja keras, pantang lelah untuk menangkap yang bersangkutan. Meskipun personel Lapas juga harus dibagi dengan regu jaga,” kata Rika. [ASI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense