Sebelumnya
Hal senada dikatakan Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat, Ossy Dermawan. Namun, dia meminta pemerintah menertibkan buzzernya.
“Kami menyambut baik tanggapan dari Pak Mahfud. Artinya, fitnah dan hoaks yang beredar ini diembuskan oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab,” tuturnya.
Baca juga : Soal Demo UU Ciptaker, Wamenag: Jangan Pakai Kekerasan
Saat ditanya apakah sudah ada respons dari SBY terkait penjelasan Mahfud, Ossy mengaku, belum dapat wejangan apapun dari mantan Ketua Umum Demokrat itu.
“Belum ada, Mas,” singkat orang dekat SBY itu.
Baca juga : Setelah ‘Disetrum’ Moeldoko, KAMI Kejang-kejang
Politisi Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin menyesalkan perlakuan para buzzer terhadap partainya. Menurutnya, hanya orang-orang pengecut yang gemar melakukan fitnah.
Pernyataan Mahfud, sambungnya, sebagai penegasan tuduhan para buzzer bayaran ternyata fitnah dan hoax.
Baca juga : Cara Simpel Menua dengan Sehat
Jika ada pihak yang mengatakan aksi penolakan Omnibus Law ditunggangi, baginya sama saja menghina niat tulus kaum buruh, pelajar, dan segenap anak bangsa.
“Padahal mereka sedang berjuang akan masa depan yang lebih adil, lebih baik, dan lebih sejahtera,” ujarnya. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.