BREAKING NEWS
 

Soal Vaksinasi Covid-19

Informasi Yang Belum Final Tidak Perlu Diributkan, Oke?

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : ABDUL SHOMAD
Minggu, 25 Oktober 2020 05:51 WIB
Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. (Dok. Satgas Covid-19)

 Sebelumnya 
Apabila semua tahapan tersebut berjalan baik, maka bisa masuk ke tahapan produksi vaksin dalam jumlah yang besar.

Di Indonesia, proses pengadaan vaksin dilakukan melalui tahapan yang kompleks, melibatkan berbagai kementerian, maupun lembaga negara maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Netizen menilai, informasi yang akurat khususnya dari pemerintah soal vaksin Covid19 sangat diperlukan.

“Harapannya semua cepat berlalu, pemerintah memberikan informasi yang update soal kesiapan vaksin dan mekanismenya. Informasi yang tenang dan pasti sangat dinanti semua lapisan masyarakat,” ujar BatmanORI.

Baca juga : Peta Jalan Vaksinasi Harus Selaras dengan Program Pemulihan Ekonomi

“Iya, jangan tidak transparan seperti UndangUndang Cipta Kerja, Pak. Intel kan banyak, masa ndak tau ada risiko demo di tengah pandemi gini. Kalo makin banyak yang kena Covid, stok vaksin tidak mencukupi ya harga vaksin bakal meroket,” ujar Roy_Lille.

SorbanPaliid mengutip pernyataan Wapres Mar’uf Amin yang meminta masyarakat mendukung pengembangan vaksin Covid19. “Beliau juga berpesan agar masyarakat mengikuti informasi vaksin melalui sumbersumber resmi sehingga tidak menyesatkan,” ungkapnya.

“Semoga geger versi Omnibus Law tidak terjadi. Komunikasi adalah kunci persepsi. Di zaman sekarang saat informasi bersliweran, publik kritis, sekaligus mudah dihasut dan miskin literasi-menjadi sumber chaos yang amat mengerikan,” kata Drtan_remanlay.

Dirgarambe mengungkapkan, program vaksinasi pada prinsipnya baik. Namun, persiapannya harus tepat & tidak tergesa-gesa. “Walaupun vaksin sudah ada, 3M tetap wajib!,” katanya.

Baca juga : Perjalanan 9 Bulan Hadapi Covid-19, Ini Strategi Yang Dipilih PT Angkasa Pura II

“Jangan tergesa-gesa, di awal Covid-19 terdeteksi kita tidak tergesa-gesa melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), kenapa giliran peluang bisnis vaksin tergesa-gesa. Malu kita sama rakyat,” tutur 55Annur.

Gilang_Mahesa mengatakan, pemerintah harus lebih gencar mengedukasi soal vaksin ke masyarakat. Ada baiknya, ketimbang fokus di soal denda, lebih baik melakukan maksimal edukasi soal vaksin.

“Sosialisasi yang baik. Kalau publik paham Insya Allah nggak akan nolak,” ujarnya.

Lely51644724 mengatakan, informasi dan edukasi awal untuk masyarakat tentang vaksin tidak boleh ditunda.

Baca juga : Produksi Vaksin Covid-19 Masih Tergantung Sinovac

“Siapa, apa, bagaimana vaksin bekerja. Jika vaksin harus diberikan double dose sementara vaksin yang tersedia dari beberapa produsen berbeda apa yang akan terjadi jika 1 orang divaksin dengan ex yang berbeda,” tuturnya. [ASI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense