BREAKING NEWS
 

Corona Terkendali

Senyum Sedikit, Boleh Lah

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Selasa, 10 November 2020 06:59 WIB
Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. (Foto: Satgas Covid-19)

 Sebelumnya 
Dengan pengalaman dan kerja sama selama 8 bulan ini, Wiku optimis Indonesia akan tetap bisa mengendalikan Covid-19 meski beberapa negara Eropa mengalami peningkatan kasus. Yang penting, perbatasan dijaga. Pekerja migran dan jamaah umrah yang pulang dari Tanah Suci, mesti dites swab dan dikarantina begitu tiba di Tanah Air. “Agar tidak ada imported case ke Indonesia,” imbuh Wiku.

Jika dilihat secara wilayah, lima Kotamadya di DKI Jakarta yang selama 8 bulan terus berada di zona merah kini turun tingkat ke zona oranye. Satu Kotamadya lagi, Kepulauan Seribu, masuk zona kuning, wilayah dengan risiko rendah.

Adsense

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim, kasus Covid-19 di DKI Jakarta lebih terkendali. Kapasitas tempat tidur di RS kini banyak yang kosong. “Berdasarkan data-data epidemiologis selama penerapan PSBB Masa Transisi kali ini, kondisi wabah Covid-19 DKI Jakarta lebih terkendali dan menuju kategori aman,” kata Anies, Minggu (8/11).

Baca juga : Warga DKI Cemas Muncul Klaster Resepsi Pernikahan

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 lainnya, Reisa Broto Asmoro menyebut, orang Indonesia adalah yang paling optimis di ASEAN. Ini mengacu pada penelitian yang dilakukan perusahaan riset bertaraf dunia, yakni Ipsos.

Menurut Reisa, optimistis ini juga berdasarkan fakta upaya 3T atau tracing, testing dan treatment yang dilakukan pemerintah Indonesia semakin membaik. Begitu pula dengan 3M atau memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak yang juga semakin membaik setiap harinya.

Saat libur panjang kemarin, masyarat tidak lupa menerapkan protokol kesehatan. “Masyarakat Indonesia tetap memakai masker dan menjaga jarak pada saat liburan atau akhir pekan panjang kema rin,” ujar dia.

Baca juga : Paslon Jarot-Mokhlis Janji Sediakan Air Bersih Di Sumbawa

Namun, Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono ragu dengan data yang dibeberin Satgas Corona. Dia menyebut, Indonesia belum bisa disebut berhasil mencegah dan menangani Covid-19.

Menurutnya, Indonesia dianggap berhasil karena sampai sekarang kasusnya masih jauh lebih sedikit dibanding jumlah penduduknya. Padahal, itu juga karena faktor jumlah testing harian di Indonesia yang sedikit, dibanding beberapa negara lain.

Misalnya, India. Kasus Corona di India memang lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Tapi jumlah kemampuan testing hariannya jauh lebih besar dibandingkan Indonesia. “Jadi memang tidak ada negara yang benarbenar bisa dibandingkan dalam penanganan Covid19 ini,” tuturnya.

Baca juga : Harga Ayam Terkendali, Peternak Happy

Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati mengingatkan, pemerintah tidak boleh terlena dengan capaian ini. Kampanye untuk menerapkan protokol kesehatan tidak boleh kendur. Termasuk dalam melakukan testing dan tracing.“Tidak boleh mengurangi fokus dalam pengendalian penyebaran Covid19 dan penanganan pandemi Covid-19 karena hal lain,” kata Kurniasih.

Namun sebagian besar warganet tetap menyambut baik kabar ini. Akun @Als Nugrahaa misalnya. “Corona terkendali, senyum sedikit boleh lah,” cuitnya di Twitter. “Good job, semoga bisa di per tahankan kalau bener,” imbuh @budokkan.

“Berita2 baik diawal November. Pemulihan ekonomi sedang berlangsung, kuartal III ekonomi tumbuh 5,05%. Tingkat kesembuhan Covid-19 terus meningkat, pasien RS menurun 40%. Indonesia dinilai sukses tangani Corona, Menkes Terawan diundang WHO. Optimis & tetap patuhi protokol kesehatan,” cuit akun @RustamIbrahim. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense