BREAKING NEWS
 

500 Juta Di Lacinya Terkait Perkara Rommy

Menteri Lukman Di Ujung Tanduk

Reporter : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 20 Maret 2019 07:37 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (tengah, baju hijau) memberikan pernyataan resmi tentang OTT KPK terkait pengisian jabatan di Kantor Kemenag, Sabtu (16/3). (Foto: Kemenag/Rusdi)

 Sebelumnya 
Arsul memastikan, informasi itu disampaikan Menag ke dirinya. Waketum PPP Arwani Thomafi menguatkan pernyataan Sekjen. "Menteri kunjungan ke mana kan ada honornya, ada sebagai pembicara, narasumber, ada honornya semua," ujar Arwani, di Gedung DPR, Selasa, (19/3).

Arwani bilang, tidak ada salahnya Lukman memiliki uang ratusan juta dan menyimpannya di ruang kerjanya. "Masa menteri nggak boleh punya uang ratusan juta rupiah? Masa saya anggota DPR nggak boleh punya uang ratusan juta? Lalu kalau punya uang ratusan juta langsung diasumsikan itu uang korupsi, ya nggak bisa dong," terangnya.

Menag enggan mengklarifikasi uang ratusan juta yang disita penyidik KPK dari ruang kerjanya. Menurutnya, tak elok bila dia mendahului proses penyidikan yang dilakukan KPK.

"Mohon maaf sekali saat ini saya belum bisa beri klarifikasi. Saya harus menahan diri tak mengomentarinya demi menghormati institusi KPK," elaknya.

Baca juga : KPK Tentukan Status Romahurmuziy Siang Ini

Bagaimana menurut KPK, uang apa itu? Jubir KPK, Febri Diansyah menjelaskan, uang Rp 180 juta dan 30 ribu dolar AS yang ditemukan dalam laci di ruangan Menag, diduga terkait perkara jual beli jabatan yang menjerat Rommy.

"Kami duga terkait penanganan perkara. Nanti akan kami telusuri satu per satu bukti-buktinya, klarifikasi-klarifikasinya dan informasi-informasi lain yang relevan, tegas Febri di Gedung KPK, Selasa (19/3) malam.

Febri enggan mengomentari pernyataan yang menyebut uang itu adalah dana operasional menteri atau honor. "Kami fokus pada penanganan perkara. Masalah ini tetap kita tempatkan sebagai kasus hukum saja," imbuh eks aktivis ICW ini.

Febri memastikan, penyidik akan memanggil Menag dan jajarannya. Diyakini, Romy tak bermain sendiri dalam kasus ini.

Baca juga : Dihajar Persebaya, Persib Di Ujung Tanduk

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyebut pihaknya belum tahu asal-usul uang itu. Dia akan mengklarifikasi langsung ke Menag. "Saya belum tahu. Itu salah satu yang akan diklarifikasi," ujar Syarif di Hotel Sari Pan Pasific, Selasa (19/3).

Dia juga belum bisa memastikan apakah uang ratusan juta di ruangan Menteri Lukman itu mengalir atau tidak ke PPP, partai yang menaunginya. "Nanti kita lihat saja," ucapnya.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta Menag mundur. Sebab, meski uang itu belum tentu terkait kasus jual beli jabatan, namun temuan itu sudah membentuk persepsi publik yang negatif.

"Saya kira ini sangat memprihatinkan ya, kalau di luar negeri menterinya sudah mundur. Lebih bagus begitu. Apalagi terkait dengan itu, saya kira akan memudahkan dalam proses," katanya.

Baca juga : Piatek Langsung Jadi Bintang

Jubir TKN Jokowi-Maruf, Ace Hasan Syadzily meminta Fadli tak asal bicara. Fadli Zon jangan sok tahu. "Jangan dulu menuduh yang macam-macam. Suudzon melulu," tegasnya. Bisa saja uang itu, misalnya dana operasional menteri atau uang pribadi menteri. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense