BREAKING NEWS
 

Masih Banyak Yang Abai Protokol Kesehatan

Kerumunan, Sumber Bencana Kasus Positif Covid Meroket

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 5 Desember 2020 06:40 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. (Foto: Satgas Covid-19)

 Sebelumnya 
Netizen berharap ada langkah tegas dari pemerintah agar rekor kasus positif Covid-19 tidak kembali terjadi. Ramayanti81 mendesak pemerintah mengeluarkan langkah darurat untuk mengatasi lonjakan kasus selagi vaksin belum tersedia.“Yth Pak Presiden @jokowi, monggo dilakukan kebijakan extraordinary,” kata ariss-suyono.

Adsense

Menurut Achmadrizkiyono, dengan testing yang amat sangat rendah saja, angka kasus positif Covid-19 meroket luar biasa mengerikan.“Data Worldmeter, testing indonesia cuma 21 ribuan. Sangat jauh dibandingkan negara lain,” timpal achmadrizkiyono.

Id_Abas prihatin kasus Covid-19 kembali pecah rekor. Dia meminta masyarakat lebih ketat mentaati protokol kesehatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.“Kalo seperti ini siapa yang salah?” ujar Mpoe1000. “Waduuuuhhh,” sahut Suryadipwt. “Indonesia terserah,” ketus Arifluqmanngaji.

Baca juga : DKI Panen Virus Corona

Menurut Nismansur, optimalisasi dan konsolidasi data antara pemerintah pusat dan daerah, sudah tidak bisa ditawar lagi.“Pemerintah harus segera melakukan konsolidasi data supaya pogram penanganan Covid-19 dapat tepat sasaran dan tepat pembelanjaan,” katanya.

“Sumber bencana meningkatnya kasus Covid-19 adalah kerumunan dan tidak patuh pada protokol kesehatan. Bantu Jokowi lawan pandemi. Jangan lupa 3M ya,” tutur Karolina_bee11.

Wdtu menilai, lonjakan angka terpapar Covid-19 sudah sangat mengkhawatirkan. “Kegiatan yang cenderung melanggar protokol kesehatan harus dihindari semaksimal mung-kin,” tegasnya.

Baca juga : Belanja Konsumen Susut, Kasus Covid-19 Melonjak

“Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia masih terus mengalami fluktuasi. Jumlah orang yang diperiksa untuk Covid-19 di indonesia terus meningkat. Hal ini sebagai bentuk deteksi potensi perkembangan Covid-19,” tutur JayaKatwang15.

Zakiiadham berharap Komisi Pemilihan Umum (KPU) lebih mengutamakan keselamatan rakyat dibanding tetap memaksa menyelenggarakan Pilkada 9 Desember 2020. Menurutnya, KPU bisa belajar dari banyaknya petugas pemilu yang meninggal pada pilpres lalu.

Setiawnjody penasaran dengan angka kasus positif Covid-19 sehabis pilkada, libur akhir tahun dan sekolah.Sihduy tidak bisa membayangkan berapa kenaikan angka positif Covid-19 pasca pilkada, libur Natal dan Tahun Baru. [ASI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense