BREAKING NEWS
 

Baliho

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Selasa, 8 Desember 2020 12:22 WIB
Tantan Hermansah

 Sebelumnya 
Melihat pertempuran narasi pasca sejumlah baliho diturunkan, maka kita bisa memahami mengapa sejumlah orang merasa terganggu. Apalagi beberapa kasus, proses penurunan baliho dibarengi dengan “unjuk kekuatan”.

Baca juga : Berdamai

Tentu saja, alih-alih proses tersebut akan menuai simpati dari yang “diganggu” karena balihonya diturunkan, maka yang terjadi bisa sebaliknya. Sehingga baliho mengalami transformasi makna, dari sekadar pajangan untuk menghormati seseorang, menjadi ekspresi perlawanan atas perilaku rejim yang berlebihan. Tentu saja perang narasi itu sangat menyehatkan. Di mana masing-masing pihak bisa membangun narasinya masing-masing sesuai kepentingannya. Kemudian narasi tersebut dikonstruksi sebagai wacana yang disertakan pada simbol atau petanda tersebut. Jadi pada aras mitos, rebellion atas pencopotan baliho bukan masalah kertas/kain yang menjadi spanduk tersebut. Sebab melampaui itu, mereka terpancing untuk mentransformasikan semangat gerakan rebellion tersebut pada kalangan yang ingin mereka lawan.

Baca juga : Alih Profesi

Karena itu, dalam konteks memperkuat harmoni sosial yang akhir-akhir ini seperti sedang tercabik, para pihak tidak perlu saling unjuk kegagahan. Saling unjuk kegagahan dilakukan jika saja proses unjuk narasi dalam suasana yang cair dan terbuka tidak bisa terjadi. Sebab melalui dialog intersubyektif, kita bisa mencari dan menemukan irisan kesamaan. Kemudian berangkat dari kesamaan itulah maka kita bisa sama-sama menjadi bangsa yang makmur dan sejahtera, sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa. (*)

Baca juga : Menanti Ahok

[Penulis adalah Doktor Sosiologi Universitas Indonesia (UI), Ketua Program Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dan Dosen Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense