BREAKING NEWS
 

JK Pro-Anies Bukan Hoaks

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : UJANG SUNDA
Kamis, 10 Desember 2020 07:59 WIB
Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla saat bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Mengenai kiprah Anies di Jakarta, JK memastikan tidak melakukan intervensi apa pun. Meskipun punya “saham”, JK tak mau mengganggu kerja Anies. “Bahwa saya mendorong, iya benar, mencalonkannya (Anies). Tapi, setelah dia mencalonkan sah, ya jalan sendiri-sendiri," kata JK.

Bagaimana dengan Pilpres 2024? JK mengaku, meminta Anies untuk tidak bicara masalah Pilpres 2024. Dia ingin Anies menyelesaikan tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta dengan sebaik-baiknya lebih dahulu.

Baca juga : Gendut Bukan Hamil

"Eh, 2024 masih empat tahun. Pak Jokowi dari gubernur ke presiden, prosesnya satu tahun lebih. Jangan bicara itu (Pilpres 2024) dulu. Sekarang, bangun Jakarta dengan sebaik-baiknya. Jangan banjir, jangan macet dan dibuat bersih. Itu saja, saya bilang sama Anies begitu," terang JK.

Menurut JK, peluang di 2024 akan datang sendiri kalau Anies berhasil memimpin Jakarta. Namun, peluang itu bukan hanya untuk Anies, melainkan juga untuk para kepala daerah lain, seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Baca juga : Ironi Korupsi Bansos

"Semua itu akan tergantung apa yang dibuatnya dari tahun ini, sampai di 2024. Tak usah atur-atur dari sekarang. Berbuat yang maksimum saja sekarang," sarannya.

Lalu, apakah JK masih akan maju di Pilpres 2024? JK bilang, pada 2024, dia akan berusia 82 tahun. JK mengaku ingin menikmati masa tuanya dan tak mau lagi aktif dalam kegiatan politik praktis. Ia lebih senang mengurus masalah kemanusiaan, keagamaan, internasional, dan memenuhi undangan menjadi pembicara untuk topik perdamaian di banyak negara.

Baca juga : Positif Covid-19, Anies Banjir Doa Warganet

"Bahwa kita memperhatikan politik, iyalah. Namanya juga bekas wapres, banyak orang datang minta konsultasi," ucapnya.

Namun, dia sudah memutuskan untuk tidak terlibat dalam politik praktis. Ia mengakui, tawaran memang terus berdatangan. Misalnya, beberapa waktu lalu, pengurus Partai Golkar memintanya untuk duduk di pengurusan sebagai Ketua Penasihat. "Saya tidak mau. Saya mau menikmati masa tua saja," tutupnya. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense