Dark/Light Mode

Ironi Korupsi Bansos

Senin, 7 Desember 2020 04:12 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Akhirnya, korupsi bantuan sosial terbukti bukan kabar burung, bukan pula hoaks, tapi fakta nyata yang menyakitkan. Niat baik pemerintah yang menyiapkan anggaran triliunan untuk membantu masyarakat menengah ke bawah yang terdampak Covid-19 dicederai. Ini tentu kabar buruk, pengkhianatan sekaligus kejahatan kemanusiaan.

Apapun bentuk bantuan sosialnya ternyata rentan dirampok elit berdasi. Mengapa, faktanya berbicara: selalu saja ada yang mencuri kesempatan di tengah kesempitan. Selalu saja ada orang bejat moral dan tidak punya sense of crisis. Oknum pejabat tinggi pengkhotbah moral kekuasaan ternyata bajingan.

Berita Terkait : Pandemi, Resesi, Korupsi

Presiden dan jajaran terkait harus benar-benar menyiapkan sistem yang transparan, akuntabel dan aksesibel. Sekarang sudah banyak pakar IT yang mampu mengamankan anggaran dan men-deliver program. Aman dari kebocoran.

Kita harus belajar dari sejarah. Sejarah yang baru saja terjadi dan sejarah perjalanan bangsa ini penuh dengan warna penyunatan anggaran bantuan untuk warga kecil. Pungutan liar sehingga dana yang sampai ke masyarakat tinggal sebagian kecil saja.

Berita Terkait : Menjaga Papua

Lapisan penyunatan anggaran bantuan dari atas sampai bawah, dari pusat sampai daerah. Rakyat tak berdaya. Jatuhnya, daripada tidak dapat sama sekali, berapa pun diterima. Miris memang tapi itu sering terjadi.

Lebih ironi lagi, rakyat diminta ikut membuat laporan asli tapi palsu. Rakyat acap kali dimintai tandatangan untuk laporan yang diengineering oknum apartur birokrasi. Lagi-lagi tidak banyak pilihan rakyat kecuali menerima meski dengan hati mangkel. Bener-bener turut merusak tatanan nilai masyarakat kita.

Berita Terkait : Saat Pejabat Terpapar Covid

Kita berharap di tengah pandemi Covid-19, para pejabat menunjukkan integritas dan kepekaannya terhadap bahaya wabah. Betapa program bantuan langsung tunai untuk rakyat harus benar-benar tersalurkan dengan tepat sasaran. Jangan sampai rakyat sudah jatuh ketimpa tangga. Sudah terancam terpapar Covid-19 haknya disunat. Kejam.