Sebelumnya
Akun @see_exsi sadar diri. Menurutnya, masyarakat yang susah diatur. “Regulasi pemerintah nggak bisa maksimal kalau kami rakyat masih hobi bandel pak,” akunya. “Jamu, Tiktok, nasi kucing. Ingat Februari 2020. Siapa yang bengal. Mudik dilarang, pulang kampung boleh. Rakyat lagi yang salah,” sindir @EggyKens.
Sementara akun @dokterSatuResep mengajukan pertanyaan pada SBY. “Misalnya bapak masih jadi presiden...kira-kira apa yang bapak akan lakukan pak?” katanya. “Bapak SBY datengin saja pak Jokowi, supaya sangat diperhatikan, kalau lewat sosmed, jangan-jangan nggak nyampe ke pak Jokowi,” saran akun @ adekhairudint.
Baca juga : Ini Yang Mengerikan
Untuk diketahui, pemerintah Inggris mengumumkan hasil identifikasi terbaru terkait virus Corona yang dinamakan VUI-202012/01. Virus itu disebut dapat menular lebih cepat antarmanusia dibandingkan SARS-CoV-2.
Karena penemuan itu, Inggris kembali kewalahan menangani penyebaran Corona di negaranya. Sejumlah wilayah kembali menjalani lockdown ketat untuk menekan penyebaran varian baru tersebut.
Baca juga : TPS Anti Corona Di Padang, Tarik Partisipasi Warga
Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan pertemuan darurat Cabinet Office Briefing Rooms (Cobra) pada Senin (21/12) waktu setempat. “Kami terus mempelajarinya. Tapi kami cukup tahu, bahwa kami harus bertindak sekarang,” katanya.
Bukan hanya Inggris yang khawatir. Negara-negara di Eropa juga was-was. Sejumlah negara bahkan sudah melarang penerbangan ke Inggris guna menghindari penyebaran varian baru virus tersebut. Pemerintah Arab Saudi lebih ketat lagi. Semua penerbangan internasional menuju Arab ditutup untuk 1 pekan ke depan.
Baca juga : Lewis Hamilton Positif Corona, Untung Sudah Juara Dunia
Apakah virus ini sudah sampai ke Indonesia? Direktur Penyakit Menular dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi menegaskan, belum ada laporan soal mutasi corona itu di Indonesia. Hanya saja dia yakin, mutasi virus ini belum tentu membuat SARS-CoV-2 lebih berbahaya.
“Kan sudah dinyatakan mutasi ini belum ada bukti untuk mengakibatkan infeksi Covid-19 menjadi mudah menular dan sulit dikendalikan ya,” pungkasnya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.