BREAKING NEWS
 

Diingatkan Jokowi

Tekan Stunting Bukan Target Enteng, Harus Kerja Serius...

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FITRIYANA YULIANTI
Jumat, 29 Januari 2021 05:29 WIB
Presiden Jokowi saat membuka Rakornas Kemitraan Bangga Kencana 2021 di Istana Negara, Jakarta. (Foto : Instagram @jokowi).

 Sebelumnya 
“BKKBN akan mendorong kementerian dan lembaga seperti apa, semua akan terdesain. Ini menjadi tugas Bapak Ibu semua, karena persoalan stunting harus mendapat perhatian serius,” tegas Jokowi.

Sebelumnya, Deputi Bi­dang Pembangunan Manusia Masyarakat dan Kebudayaan Kementerian Perencanaan Pem­bangunan Nasional/Badan Peren­canaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Subandi Sardjoko mengatakan, potensi keru­gian ekonomi yang diakibatkan stunting mencapai 2-3 persen Produk Domestik Bruto (PDB), atau sekitar Rp 260 triliun-Rp 390 triliun per tahun.

Baca juga : Keluarga Korban Tabur Bunga Di Kepulauan Seribu

Pasalnya, permasalahan stunting di Indonesia terjadi hampir di seluruh wilayah dan kelom­pok sosial ekonomi.

Ada pun dampak stunting pada kualitas sumber daya manusia mengakibatkan gagal tumbuh. Seperti, berat lahir rendah, kecil, kurus, hambatan perkembangan kognitif dan motorik, gangguan metabolik saat dewasa dan risiko penyakit tidak menular seperti dia­betes, obesitas, stroke dan jantung.

Baca juga : Di Tengah Guyuran Hujan, Jokowi Tinjau Lokasi Banjir Di Kabupaten Banjar

Kondisi ini, menjadi salah satu alasan Pemerintah menargetkan penurunan stunting hingga di angka 14 persen di 2024.

“Pemerintah ingin memasti­kan program percepatan penu­runan angka stunting berjalan sesuai rencana. Kita tekankan, agar setiap proyek penurunan stunting tidak sebatas hanya dikerjakan, tetapi diintervensi lebih tajam,” jelas Subandi.

Baca juga : Bos Garuda Optimis Kinerja Perseroan Pulih

Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu didorong. Antara lain, sistem monitoring evaluasi anggaran agar tepat sasaran dan pembangunan dashboard untuk mengamati capaian penurunan angka stunting di masing-masing daerah.

“Semua itu harus didukung komitmen serius dari kepala daerah, baik gubernur, bupati dan wali kota,” pungkasnya. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense