BREAKING NEWS
 

Donasikan Plasma Konvalesen Setelah 18 Hari Negatif Corona

Ketua Satgas Covid: Rasanya Seperti Donor Darah Biasa

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Senin, 1 Maret 2021 16:35 WIB
Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo mendonorkan plasma konvalesen, setelah 20 hari dinyatakan negatif Corona, Senin (1/3).(Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Satgas Covid-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mendonasikan plasma konvalesen pada hari ini, Senin (1/3), sebagai wujud syukur karena telah sembuh dari penyakit Covid-19.

Sekadar latar, Doni mengumumkan dirinya positif Covid pada 23 Januari 2021, setelah memimpin penanggulangan bencana gempa bumi Sulawesi Barat dan banjir besar di Kalimantan Selatan.

"Ini adalah pertama kali saya menjadi donor plasma konvalesen, setelah sejak tanggal 12 Februari lalu saya dinyatakan negatif Covid, dan sempat dirawat selama 20 hari. Jumat (26/2) lalu, saya dicek kelayakan untuk memastikan apakah saya bisa menjadi donor plasma konvalesen atau tidak," papar Doni dalam acara talk show Perkembangan Penggunaan Plasma Konvalesen Dalam Pengobatan Covid-19, yang ditayangkan secara live via kanal Youtube BNPB Indonesia, Senin (1/3).

Baca juga : Jangan Tunggu Sampai Pasien Covid-19 Kritis

"Alhamdulillah, saat ini proses donor plasma konvalesen sudah berjalan 15-20 menit. Sudah terisi 50 persen dari total 400 cc. Tinggal setengah lagi," sambungnya.

Bagaimana sih rasanya menjadi donor plasma konvalesen, seram nggak? "Rasanya seperti donor darah biasa. Bedanya, peralatan donor plasma konvalesen lebih banyak. Sebelum tes, kita tes kesehatan dulu. Termasuk, cek tensi. Alhamdulillah hasilnya baik, semoga tidak ada masalah,"ungkap Doni.

Adsense

Doni mengingatkan, kesembuhan para penyintas Covid tak lepas dari peran para tenaga medis. Baik saat menjalani isolasi di rumah, rumah sakit, ataupun tempat yang disiapkan pemerintah.

Baca juga : Jungkir Balik Hadapi Bencana Di Musim Covid, Relawan PMI Luar Biasa

Menurutnya, kesembuhan itu harus disyukuri karena penyintas telah selamat dari ancaman Covid yang mematikan.

Di tingkat global, Covid-19 yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, China pada 31 Desember 2019 telah mengakibatkan lebih dari 2 juta orang meregang nyawa. Di tingkat nasional, total angka kematian akibat Covid mencapai lebih dari 34 ribu, dengan jumlah tenaga kesehatan tembus di atas 300 ribu.

"Donor plasma konvalesen ini penting dilakukan, sebagai wujud terima kasih kita kepada tenaga medis yang telah menyelamatkan kita dari ancaman Covid. Sebagai wujud syukur kita kepada Tuhan, kepada Allah SWT karena kita telah sembuh. Besar harapan saya, semua pihak yang menjadi penyintas Covid bersedia secara sukarela menjadi pendonor plasma konvalesen, untuk membantu kesembuhan pasien Covid," tutur Doni.

Baca juga : Ayo, Saatnya Kamu Jadi Pahlawan Lawan Corona

Doni mengaku senang, mendengar info dari Ketua Unit Bidang Pelayanan Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Dr. Linda Lukitari yang menyebutkan, saat ini orang bisa langsung mendapat plasma konvalesen begitu ada kebutuhan. Padahal sebelumnya, bisa antre 3-4 hari.

"Karena itu, saya berterima kasih sekali kepada semua pihak yang terus menggaungkan semangat donor plasma konvalesen, yang gerakannya telah dicanangkan oleh Wakil Presiden KH Maruf Amin pada 18 Januari lalu. Semoga, gerakan donor plasma konvalesen bisa menjadi semangat kita untuk berbagai, semangat gotong-royong," tandasnya. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense