BREAKING NEWS
 

Kasus Positif Nyaris 14 Ribu, Kasus Aktif Hampir 7 Ribu, Kematian Dekati 400 Orang, RS Di Jawa Nyaris Penuh, IGD Penuh Sesak, ICU Habis

Duka Karena Corona Datang Silih Berganti

Reporter & Editor :
APRIANTO
Senin, 21 Juni 2021 07:45 WIB
Mengenakan jaket dan menenteng koper, pasien Covid-19 di Puskesmas Menteng, yang terdiri dari seorang ayah dan seorang anak, akan dibawa ke Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (20/6/2021). (Foto: ANTARA/Galih Pradipta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Data dan fakta perkembangan Corona di Tanah Air kian hari, kian mencemaskan. Kabar duka, datang silih berganti. Ada yang sebatas mengabarkan hanya positif Corona, ada juga yang minta didoakan karena keluarganya sudah tiada akibat Corona.

Hanya tiga bulan, kita merasakan penyebaran Corona sedikit melandai dan tidak bikin tegang. Tapi sekarang, Corona kembali ngamuk dan lebih ganas. Kasus positif harian kembali tembus angka 14 ribu. Yang menyedihkan, angka kematian sehari kemarin, mendekati 400 orang.

Hampir dua pekan ini, kurva penyebaran Corona terus naik. Berbagai jurus yang dikeluarkan belum cukup menjinakan virus sialan itu. Tiap hari, bukannya turun, malah makin naik. Padahal, rumah sakit khususnya di Pulau Jawa, sudah nyaris penuh. Ruang Instalasi Gawat Darurat penuh sesak, ruang ICU juga habis.

Baca juga : Makin Serem, Kasus Positif Nyaris 14 Ribu, Kasus Aktif Hampir 7.000, Kematian Dekati Angka 400

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kemarin, jumlah kasus Corona bertambah 13.737 orang, sehingga totalnya mencapai 1.989.909 orang. Yang meninggal mencapai 371 orang. Total angka kematian 54.662 jiwa. Sementara kasus aktif naik 6.981 menjadi 142.719 orang, dengan jumlah suspek mencapai 121.685 orang.

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan, peningkatan kasus terjadi pasca libur Lebaran. Dalam enam hari terakhir misalnya, ada penambahan 22.350 kasus positif. Ini rekor kasus terbayak selama sepekan sejak pandemi melanda, awal tahun lalu.

Degan penambahan itu, kata dia, sejak 18 Juni lalu, angka penularan Corona mencapai angka 6,8 persen. Angka ini tentu sangat mengkhawatirkan. Karena rata-rata kasus aktif dunia adalah 6,5 persen.

Baca juga : Hati-hati, Kasus Aktif Cetak Angka Tertinggi Di Bulan Ini, Kasus Sembuh Terendah

Kasus aktif merupakan orang terjangkit Corona yang belum sembuh yang kini sedang menjalani masa isolasi atau perawatan di rumah sakit. Sementara angka kesembuhan jusru turun menjadi 90,38 persen. Padahal rata-rata tingkat kesembuhan dunia mencapai 91,33 persen.

“Ini sudah lampu merah. Perlu mencari strategi pengendalian yang jauh lebih baik,” kata Dewi dalam rapat koordinasi Satgas Covid-19 Nasional yang disiarkan melalui akun youtube BNPB, kemarin.

Melonjaknya kasus Corona ini hampir terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Akibatnya rumah sakit nyaris penuh, terutama yang berada di Jawa. Begitu juga dengan layanan ICU.

Baca juga : PLN Bangun 3 PLTM Senilai Rp 200 Miliar

Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) menyebut, perlu ada penanganan untuk menekan lonjakan kasus Corona. Sekjen Persi, Lia Pertakusuma mengingatkan, rumah sakit tak mungkin terus menambah ranjang untuk mengatasi lonjakan kasus. Karena berkaitan dengan jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang dimiliki. Meskipun nakes sudah ditambah, tapi butuh waktu untuk bisa bekerja.

Adsense

Selama kasus Corona meledak, kata dia, pihaknya sudah menambah kapasitas rumah sakit sebanyak 5 kali lipat. Itu sudah sesuai dengan kemampuan kerja nakes.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense