RM.id Rakyat Merdeka - Pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro sudah berjalan 2 pekan. Namun, kasus penyebaran Corona makin menggila. Rumah sakit di Jawa sudah benar-benar penuh. 29 Kabupaten/kota naik statusnya menjadi zona merah. Ditambah lagi ratusan tenaga kesehatan yang gugur tertular Corona. Melihat kondisi seperti ini, opsi PPKM darurat menguat. Presiden Jokowi pun dikabarkan sudah menunjuk Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan sebagai komandan PPKM darurat ini.
“Betul. Menko Maritim dan Investasi telah ditunjuk oleh Bapak Presiden Jokowi sebagai Koordinator PPKM Darurat untuk Pulau Jawa dan Bali,” kata Juru Bicara Menko Marves, Jodi Mahardi, dalam keterangannya, kemarin.
Seperti apa PPKM darurat ini, Jodi belum mau merinci detailnya. Kendati modelnya seperti apa yang akan diputuskan, PPKM darurat ini sudah banyak yang mendukung. Soalnya, kasus Corona terus mengganas. Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah, kemarin, angka kasus Corona mencapai 20.467. Sementara itu, 9.645 kasus dinyatakan sembuh dan 463 pasien meninggal.
Baca juga : Ekonomi Terkapar, Kesehatan Terpapar
DKI Jakarta masih menjadi provinsi pertama yang mencatatkan angka penambahan kasus tertinggi di tingkat nasional. Kasus harian Corona di DKI kemarin, bertambah 7.379 kasus. Disusul Jawa Barat dengan 3.908 kasus, Jawa Tengah 2.932 kasus dan Jawa Timur 1.065 kasus.
Melonjaknya kasus aktif ini membuat rumah sakit di berbagai daerah benar-benar kewalahan. Keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) di sejumlah daerah rata-rata masih di atas 90 persen, terutama di pulau Jawa. Di DKI misalnya, BOR di semua rumah sakit sudah mencapai 93 persen. BOR di Jawa Barat sudah 91,6 persen, dan Jawa Timur 90 persen. Daerah Istimewa Yogyakarta bahkan melaporkan BOR rumah sakit sudah berada di atas 97 persen.
Tak hanya itu, zona merah juga terus meningkat. Data terakhir dari Satgas Covid, ada 29 kabupaten/kota di Indonesia yang masuk kategori zona merah. Di antaranya, Depok, Medan, Kota Bandung, Semarang, dan Tangerang.
Baca juga : Katanya Tahan Didudukin, Mana...? Kuat Ndasmu...!!!
Hal itu diperparah dengan ratusan dokter yang gugur melawan Corona. Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), total dokter yang meninggal akibat Corona mencapai 401 orang. Peningkatan yang cukup tinggi terjadi di bulan ini. Per Juni 2021, ada sekitar 26 atau 27 dokter yang meninggal setelah berjuang melawan virus Corona.
Sementara dari data persatuan perawat nasional Indonesia (PPNI), sebanyak 315 perawat, 25 tenaga laboratorium, 43 dokter gigi, 15 apoteker, dan 150 bidan meninggal akibat Corona.
Melihat kondisi ini, pemerintah berencana menerapkan PPKM darurat. Namun, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah tentang keputusan PPKM darurat.
Baca juga : Edhy Prabowo Sopan, Tapi Tak Memberikan Teladan Yang Baik
Menanggapi rencana PPKM darurat, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat menanti informasi resmi dari pemerintah. Dia memastikan, langkah yang bakal diambil pemerintah adalah yang terbaik untuk menekan laju penularan virus.
“Semua dilakukan dalam upaya untuk mengendalikan lonjakan kasus,” katanya kepada wartawan, kemarin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.