BREAKING NEWS
 

Taliban Ambil Alih Afghanistan, Ini Pelajaran Yang Bisa Dipetik Indonesia

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Rabu, 18 Agustus 2021 21:57 WIB
Pengamat militer dan keamanan Susaningtyas Kertopati (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Keberhasilan Taliban mengambil alih pemerintahan Afghanistan menjadi berita besar dunia di pekan ini. Keberhasilan Taliban itu tentu akan berpengaruh bagi banyak negara. Termasuk bagi Indonesia. Namun, di samping itu, ada juga pelajaran yang bisa dipetik bangsa Indonesia atas peristiwa tersebut.

Pengamat militer dan keamanan Susaningtyas Kertopati menyebut, keberhasilan Taliban mengambil alih pemerintahan Afghanistan akan berpengaruh ke Indonesia. “Pengaruh situasi di Afghanistan terhadap Indonesia tentu saja ada, meskipun tidak secara langsung,” ucapnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (18/8).

Namun, Nuning, sapaan akrab Susaningtyas, tak banyak membahas soal pengaruh tersebut. Mantan anggota Komisi I DPR ini lebih banyak mengulas pelajaran yang bisa diambil atas peristiwa tersebut.

Baca juga : Mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Kini Ada Di UEA

Nuning menerangkan, warga Afghanistan sangat kesukuan dan tidak memiliki identitas nasional. Dengan kondisi tersebut, tanpa harus melampaui perang konvensional berdarah pun, Taliban mudah untuk tundukan Afghanistan.

Adsense

“Oleh karena itu, Bangsa Indonesia harus terus melakukan penguatan nasionalisme. Bangsa ini beruntung Bung Karno begitu tegas agar kita melakukan nation character building. Kita pun punya Pancasila dan UUD 1945. Bayangkan bila kita bimbang ragu sebagai bangsa akan mudah digalang oleh kelompok radikal dan ekstrim. Terlebih, metode penggalangan dengan Enabling Environment yang piawai membuat orang terbuai dan menganggap normal radikalisme itu,” jelas peraih gelar doktor bidang intelijen ini.

Dia menegaskan, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia adalah sebuah keniscayaan yang harus dijaga dan dibela masyarakat sampai akhir hayat. Sebab, hanya dengan itu, bangsa ini utuh tetap ada dalam negara yang berdaulat.

Baca juga : 6 Faktor Ini Bikin Taliban Sukses Ambil Alih Afghanistan

Menurutnya, sangat tepat pemerintah melarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Ikhwanul Muslimin (IM) di Tanah Air. Sebab, sadar atau tidak, mereka embrio radikalisme dan perpecahan bangsa. “Apalagi organisasi atau kelompok teroris yang berafiliasi ISIS maupun Al Qaeda harus ditangani dengan tegas oleh aparat,” ucapnya.

Kelompok-kelompok itu, lanjut Nuning, jelas ingin menghancurkan nasionalisme dan identitas bhineka tunggal ika bangsa Indonesia dengan menanamkan budaya mereka yang terus dikaitkan dengan agama. Politik agama itu disalahgunakan untuk mencapai tujuan menguasai Indonesia.

“Kita sebagai bangsa jangan pernah lelah menunjukkan nasionalisme, toleransi, dan semangat persatuan dan kesatuan jikalau memang tidak ingin bernasib sama dengan Afghanistan. Terlebih Indonesia secara geografis lebih luas,” tutupnya. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense