Sebelumnya
“Thats why yang nggak prioritas nggak perlu booster dulu. Itu pun seems impossible, karena kalau begitu ledakan virus masih terjadi (terpapar)” tuturnya.
Akun @ProfesorZubairi mengatakan, memberi vaksin kepada yang belum, langkah baik, ketimbang memberi booster kepada yang sudah. Dia menegaskan, lebih baik vaksin itu bisa untuk semua sesuai dengan prioritas dan urutannya.
Baca juga : Ekonomi Mungkin 3 Persen
“Kita harus menekan kematian, menekan dampak varian baru, kepastian pemulihan sosial-ekonomi. Bukan booster,” kata @drpriono1.
Sementara @fakih_latief mengatakan, vaksinasi yang adil dan merata belum cukup untuk mengendalikan pandemi Covid-19. Dia menunjuk negara yang cakupan vaksinasinya baik dan tinggi dan tetap terjadi lonjakan kasus gila-gilaan. “Jadi kuncinya protokol kesehatan (prokes),” ujarnya.
Baca juga : Lazada Logistics, Produk Rebranding Lazada Teranyar
Akun @breakdownpart2 menegaskan, vaksin tidak bisa menghentikan pandemi. Vaksin hanya mencegah gejala berat ketika terpapar virus Corona. Kata dia, perlu cara lain untuk menghentikan pandemi Covid-19.
“Kalau ngeyel dan melanggar prokes, ya pandemi nggak akan selesai,” kata @guruhoktobiprime. [ASI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.