RM.id Rakyat Merdeka - Ormas Islam langsung bersikap waspada, setelah adanya peristiwa ustad ditembak dan diserang. Muhammadiyah misalnya, memilih menerjunkan jagoan pencak silat untuk menjaga tokoh agama yang sedang berdakwah. Sementara Nahdlatul Ulama (NU) memilih berserah ke Polisi.
Sikap Muhammadiyah untuk mengamankan tokoh agama dari aksi teror tertuang dalam secarik surat berkop Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah yang diterbitkan, kemarin. Surat tersebut ditujukan kepada Korp Mubaligh se-Jawa Tengah. Mulai dari Dai Zakat, Majelis Tabligh dan Dakwah Muhammadiyah. Isinya cuma satu paragraf. Selain pembuka dan penutup surat.
“Sehubungan kasus viral penembakan imam masjid Banten oleh orang tak dikenal berpakaian ojol dan penyerangan terhadap mubaligh Ustadz Chaniago di Batam, maka dengan ini, atas nama ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah mengimbau kepada yang disebut di atas, agar setiap penyelenggaraan pengajian offline disertai dengan pengamanan oleh KOKAM dan atau Tapak Suci,” bunyi surat yang diteken Ketua H Danusiri dan Sekretaris Muthohar.
Baca juga : Fadli Ingat Teror PKI Jelang G30S
Untuk diketahui, KOKAM adalah akronim dari Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah. Organisasi paramiliter di bawah naungan Muhammadiyah. Padanan warna seragamnya mirip Kopassus. Mereka ditandai dengan baret merah.
Dalam sejarahnya, KOKAM juga dikenal sebagai pasukan antikomunis. Karena dibentuk kurang dari 24 jam setelah peristiwa G30S/PKI.
Sementara Tapak Suci adalah salah satu organisasi otonom Muhammadiyah. Fokusnya adalah bela diri. Mereka terdaftar di Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Surat ini juga akhirnya viral, setelah diposting oleh salah satu selebtwit Muhammadiyah, Mustofa Nahrawardaya. “Muhammadiyah mulai waspada dan merespon serius. #SiapaMelatih,” cuitnya, di akun @TofaTofa_id, kemarin.
Sampai tadi malam, postingan Mustofa itu sudah mendapatkan 3.207 suka, 913 retweet dan 106 komentar.
Lalu bagaimana dengan NU? Pengurus Syuriyah PBNU, KH Asrorun Niam mempercayakan keamanan para ulama NU kepada negara. Sebab, menurutnya, salah satu fungsi negara adalah memberikan rasa aman kepada seluruh elemen masyarakat.
Baca juga : Baru Dua Bulan Jadi Peserta, Sudah Dapat Santunan BP Jamsostek
“Tidak boleh ada pembiaran terhadap tindak pidana, apalagi menyebabkan rasa takut di tengah masyarakat. Terlebih kepada tokoh agama dalam menjalankan dakwahnya,” kata Katib PBNU ini, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.