Sebelumnya
Hasto juga mengingatkan Arteria bahwa Indonesia dibangun dengan semangat persatuan dan kebangsaan, tanpa membeda-bedakan suku, agama, jenis kelamin, status sosial, dan berbagai pembeda lainnya. “Indonesia dengan jiwa bangsa Pancasila itulah yang dikobarkan Bung Karno,” tandasnya.
Tapi, bagi DPD PDIP Jawa Barat, ucapan Arteria yang menyinggung warga Sunda itu tidak cukup dengan minta maaf. Ketua DPD PDIP Jabar, Ono Surono mengaku telah melayangkan surat ke DPP untuk memberikan sanksi berat kepada Arteria.
Baca juga : Dipanggil DPP, Arteria Dahlan Minta Maaf Ke Warga Jawa Barat
“Tadi (rekomendasi) sanksi yang paling berat. Sanksi ada beberapa dari mulai teguran, peringatan, sampai dengan pemecatan,” kata Ono di Bandung, Jawa Barat, kemarin.
Di Twitter, langkah Ketua Ono ini banjir dukungan. Salah satunya dari mantan Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti. “Nah gitu Kang Ono, Pak TB... Kakara bener,” cuitnya dengan membubuhkan 3 jempol. “Diomelin internal PDIP kali,” sentil akun @Markonah_003.
Baca juga : Nadia Mulya Sering Ajak Anak Berolahraga
Sekjen DPP PAN, Eddy Soeparno juga angkat bicara. Sebagai anggota DPR yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat III, dia meyakini warga Sunda akan berbesar hati memaafkan Arteria.
“Sebagai anggota DPR, kita wajib peka terhadap kultur masyarakat. Pami khilaf, teu kedah isin kangge nyuhunkeun pangapunten. Kalau khilaf, tak perlu malu meminta maaf. Saya meyakini warga Sunda berbesar hati dan bersedia membukakan pintu maaf untuk Arteria,” ucap Eddy di akun @eddy_soeparno. “Arteria minta maaf?! Kok jadi loyo gitu? Bukannya nantang untuk dilaporkan?” tanya akun @Reiza_Patters, dengan emoji ketawa.
Baca juga : Minta Kajati Berbahasa Sunda Dicopot, Arteria Dahlan Disebut Lebay
Ketua MUI Pusat, Muhammad Cholil Nafis meminta agar polemik yang menimpa Arteria bisa dijadikan pelajaran untuk saling menghormati. “Semua kita bangga dengan kekayaan bahasa di Indonesia, lah ini malah mau memecat Kejati karena menggunakan bahasa Sunda. Kalau tak ngerti diam aja atau minta diterjemahkan bukan minta dipecat,” tulis @cholilnafis. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.