Dewan Pers

Dark/Light Mode

Posisi Pangkostrad Masih Kosong

Andika Dicolek Senayan

Kamis, 13 Januari 2022 08:59 WIB
Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin (Foto: Istimewa)
Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sudah hampir dua bulan, kursi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) kosong. Para politisi di DPR pun heran. Mereka lalu mencolek Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, kapan angkat Pangkostrad baru.

Jabatan Pangkostrad kosong setelah ditinggal Jenderal Dudung Abdurachman yang diangkat menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) pada 17 November 2021. Beberapa nama sebenarnya sudah disebut-sebut akan menduduki kursi strategis itu. Namun, hingga kemarin, Andika belum juga mengambil keputusan.

Berita Terkait : BI: Posisi Investasi Internasional Indonesia Tembus Rp 3.939 T

Dua fraksi di DPR, PDIP dan Demokrat gemes melihat lamanya kursi Pangkostrad kosong. Anggota Fraksi PDIP, TB Hasanuddin menegaskan, jabatan Pangkostrad harus segera diisi agar memiliki komando dan pengendalian yang pasti.

"Kostrad itu satuan besar, memerlukan komando dan pengendalian yang pasti. Jadi, harus ada panglimanya di situ," kata Anggota Komisi I DPR ini, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Gus Yahya, Sang Anak Perubahan

Kata dia, meski posisi Kepala Staf telah lengkap, jabatan Pangkostrad tetap perlu diisi segera. Menurutnya, sebuah satuan tempur di lingkungan TNI harus memiliki panglima untuk mengatur strategi. "Jangan sampai ada kesan bahwa Kostrad itu tidak terlalu penting. Kesannya, nanti tidak bagus," ujar mantan Sekretaris Militer Presiden tersebut.

Di mata politisi asal Majalengka ini, menunjuk sosok untuk menduduki jabatan Pangkostrad mudah. Apalagi, banyak perwira tinggi bintang dua yang layak didapuk menjadi suksesor Dudung.

Berita Terkait : Realisasi APBD Di Atas Rata-rata Nasional, Gubernur Sumbar Dijempolin Mendagri

Dia lalu memberikan kisi-kiri. Pertama, memiliki track record yang baik.  Kedua, pernah memegang komando. “Syukur-syukur pernah di Kostrad. Tentu bintang dua. Bisa diambil dari Pangdam atau Panglima Divisi, begitu. Nggak sulit sebetulnya," ucap Hasanuddin.

Anggota Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan juga mendesak agar posisi Pangkostrad segera diisi. Pasalnya, Kostrad merupakan salah satu lembaga strategis di tubuh TNI. "Sebaiknya segera diisi. Sangat sayang kalau lembaga yang sangat strategis di lingkungan TNI ini masih kosong," ucap anggota Komisi I DPR ini.
 Selanjutnya