BREAKING NEWS
 

Ditimbun Di Tanah Dan Membusuk

Sedihnya, Puluhan Karung Beras Bisa Terbuang Sia-sia

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : AULIA DARWIS
Rabu, 3 Agustus 2022 07:25 WIB
Kondisi barang diduga bansos presiden di Kawasan Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat (31/7/2022). (Antara Foto).

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan meminta Kementerian Sosial (Kemensos) menjelaskan soal temuan puluhan karung beras bantuan sosial (bansos) tahun 2020 ditimbun di tanah hingga membusuk di Depok. Beras bansos itu mestinya disalurkan ke masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

“Kami minta dilakukan penelusuran mekanisme penyaluran bansos selama ini seperti apa,” ujar Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar dalam keterangannya, kemarin.

Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar. (Sumber : DPR RI)

Muhaimin mendesak dilaku­kan evaluasi secara menyeluruh. Sebab, ada indikasi prosedur penyaluran bansos tidak sesuai dengan ketentuan. Alhasil, masyarakat tidak mendapatkan bansos yang menjadi haknya.

Baca juga : Maming Jadi Tersangka Tunggal

Ketua Umum DPP PKB ini ingin tahu mekanisme pembuangan apabila bansos ru­sak atau tidak layak diberikan kepada penerima. Sehingga ke depannya, dapat dilakukan mekanisme yang tepat untuk mengatasi bansos yang rusak atau sudah tidak layak.

Menyusul temuan kasus ini, Muhaimin berharap, Kemensos meningkatkan pengawasan pendistribusian bansos, baik tu­nai maupun non-tunai. Sehingga bansos dapat disalurkan te­pat sasaran dan sesuai dengan jumlah atau nominal yang telah ditetapkan.

Senada, anggota Komisi VIII DPR Bukhori Yusuf juga mendesak Kemensos menjelas­kan temuan beras bansos yang ditimbun di lahan kosong di Depok. Sebab, Kemensos seba­gai koordinator utama bantuan presiden (banpres) harus ber­tanggung jawab atas persoalan tersebut.

Baca juga : Sri Mulyani: Pembiayaan Penurunan Emisi Karbon Bisa Pakai Sukuk Wakaf

“Dinas Sosial (Dinsos) Depok sudah menyampaikan keterangan resminya bahwa mereka tidak bekerja sama dengan pihak JNE yang diduga sebagai ekse­kutor penimbunan beras untuk menyalurkan beras bansos,” kata Bukhori dalam keterangannya, kemarin.

Sementara, kata Bukhori, pihak JNE mengklaim penim­bunan beras tersebut dilakukan atas perjanjian kerja sama kedua belah pihak.

“Pertanyaannya apakah yang dimaksud JNE ini adalah Kemensos? Ini yang perlu diper­jelas supaya tidak menimbulkan spekulasi liar,” imbuh politikus PKS ini.

Adsense

Baca juga : Perplatsi Sambut Membludaknya Permintaan Energi Terbarukan

Untuk itu, Bukhori meminta Kemensos menpenjelaskan ban­sos lain yang tak layak konsumsi. Soalnya, ada bansos beras tidak layak konsumsi yang pernah diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM), namun ditarik kembali. “Apakah dikembalikan kepada pemasok, dijual, atau disimpan di tempat tertentu,” tanya dia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense