Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ditimbun Di Tanah Dan Membusuk
Sedihnya, Puluhan Karung Beras Bisa Terbuang Sia-sia
Rabu, 3 Agustus 2022 07:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Senayan meminta Kementerian Sosial (Kemensos) menjelaskan soal temuan puluhan karung beras bantuan sosial (bansos) tahun 2020 ditimbun di tanah hingga membusuk di Depok. Beras bansos itu mestinya disalurkan ke masyarakat terdampak pandemi Covid-19.
“Kami minta dilakukan penelusuran mekanisme penyaluran bansos selama ini seperti apa,” ujar Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar dalam keterangannya, kemarin.
Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar. (Sumber : DPR RI)
Muhaimin mendesak dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Sebab, ada indikasi prosedur penyaluran bansos tidak sesuai dengan ketentuan. Alhasil, masyarakat tidak mendapatkan bansos yang menjadi haknya.
Baca juga : Maming Jadi Tersangka Tunggal
Ketua Umum DPP PKB ini ingin tahu mekanisme pembuangan apabila bansos rusak atau tidak layak diberikan kepada penerima. Sehingga ke depannya, dapat dilakukan mekanisme yang tepat untuk mengatasi bansos yang rusak atau sudah tidak layak.
Menyusul temuan kasus ini, Muhaimin berharap, Kemensos meningkatkan pengawasan pendistribusian bansos, baik tunai maupun non-tunai. Sehingga bansos dapat disalurkan tepat sasaran dan sesuai dengan jumlah atau nominal yang telah ditetapkan.
Senada, anggota Komisi VIII DPR Bukhori Yusuf juga mendesak Kemensos menjelaskan temuan beras bansos yang ditimbun di lahan kosong di Depok. Sebab, Kemensos sebagai koordinator utama bantuan presiden (banpres) harus bertanggung jawab atas persoalan tersebut.
Baca juga : Sri Mulyani: Pembiayaan Penurunan Emisi Karbon Bisa Pakai Sukuk Wakaf
“Dinas Sosial (Dinsos) Depok sudah menyampaikan keterangan resminya bahwa mereka tidak bekerja sama dengan pihak JNE yang diduga sebagai eksekutor penimbunan beras untuk menyalurkan beras bansos,” kata Bukhori dalam keterangannya, kemarin.
Sementara, kata Bukhori, pihak JNE mengklaim penimbunan beras tersebut dilakukan atas perjanjian kerja sama kedua belah pihak.
“Pertanyaannya apakah yang dimaksud JNE ini adalah Kemensos? Ini yang perlu diperjelas supaya tidak menimbulkan spekulasi liar,” imbuh politikus PKS ini.
Baca juga : Perplatsi Sambut Membludaknya Permintaan Energi Terbarukan
Untuk itu, Bukhori meminta Kemensos menpenjelaskan bansos lain yang tak layak konsumsi. Soalnya, ada bansos beras tidak layak konsumsi yang pernah diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM), namun ditarik kembali. “Apakah dikembalikan kepada pemasok, dijual, atau disimpan di tempat tertentu,” tanya dia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya