Sebelumnya
Mulyanto bilang, menelusuri para pelaku ekspor ini sebenarnya sangat mudah. Sebab, kegiatannya dilakukan melalui pelabuhan-pelabuhan resmi. Dokumen dan data ekspor pun bisa dengan mudah ditelusuri.
“Masalahnya, mau tidak kepolisian memeriksa oknum pejabat yang menjadi beking ekspor ilegal ini. Jumlah mineral yang diekspor sangat besar, tentu bekingnya bukan orang sembarangan,” katanya.
Baca juga : Hilirisasi Nasional, Divestasi Vale Kudu Utamakan NKRI
Mulyanto mengatakan, harusnya ekspor ilegal sangat tidak mungkin terjadi dengan banyaknya pihak yang melakukan pengawasan. Seperti, Badan Keamanan Laut (Bakamla), Direktorat Bea Cukai, Polisi Air dan Udara (Polairud), hingga Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
Upaya penelusuran para pelaku ini, lanjutnya, sangat penting untuk memastikan jangan sampai kegiatan ekspor ilegal ini justru dibiarkan.
Baca juga : Program Qurban Sehat Kimia Farma, Digelar Di Jabar Dan Jateng
“Negara dirugikan dengan ekspor nikel ilegal. Sedangkan hilirisasi nikel setengah hati. Ekspor Nickel Pig Iron (NPI) dan Feronikel tidak menghasilkan penerimaan negara yang memadai. Namun, terjadi kebocoran ekspor,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.