Sebelumnya
Memang, meski hari-harinya begitu sibuk, Bamsoet tidak menghilangkan kebiasaan sebagai seorang wartawan. Yaitu menulis. Tulisannya tajam namun mudah dicerna. Banyak artikelnya dimuat di koran-koran dan majalah top. Bahkan, dia sudah menghasilkan 14 buku.
Baca juga : Bacakan Eksepsi, Mantan Dirut Pertamina Bantah Korupsi
Bamsoet memulai karier wartawan dari bawah. Dia memulai dari seorang penulis lepas. Sejak kuliah, dia memang sudah rajin menulis. Selain menyalurkan hobi, menulis juga menghasilkan uang. Setiap artikel yang dimuat, ada honornya. Hal ini menjadikan Bamsoet lebih semangat. Sebab, dia bisa menambal biaya hidup dari hasil menulis itu.
Baca juga : Dorong Banyuwangi Go International, Pemerintah Gencarkan 3 Strategi
Banyak artikel, dia kirim ke Harian Prioritas. Atas hal itu, Harian Prioritas lalu mengangkat dia menjadi wartawan. Kisah Bamsoet sebagai wartawan ini juga bisa dilihat secara gamblang dalam buku biografi "Dari Wartawan ke Senayan", yang diluncurkan 25 Oktober 2018.
Baca juga : Ngecat Bareng Polsek Ciracas, Polisi Tentara Rukun
Bagi Bamsoet, profesi wartawan amat strategis. Dari profesi wartawan, seseorang bisa menjadi apa saja. Wartawan punya peluang yang lebih besar ketimbang profesi lainnya dalam akses dan jaringan. Seorang wartawan bisa mengakses mulai dari tukang sampah hingga Presiden.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.