BREAKING NEWS
 

Sosialisasi 4 Pilar di Konsel

Jazilul Minta Pemda, TNI/Polri dan Ulama Kompak Ciptakan Pilkada Aman Damai

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : UJANG SUNDA
Sabtu, 12 September 2020 09:01 WIB
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid berharap, gelaran Pilkada 2020 berjalan aman dan damai. Dia pun meminta seluruh jajaran pemerintah daerah, TNI/Polri, dan ulama tetap kompak dalam menciptakan suasana kondusif.

Hal tersebut disampaikan Jazilul saat memberikan materi Sosialisasi Empat Pilar MPR di hadapan ratusan masyarakat dan warga Nahdlatul Ulama (NU), di Rumah Jabatan Bupati Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, Jumat malam (11/9).

Dalam pidatonya, Gus Jazil, sapaan Jazilul, mengaku kagum dengan Konsel yang dianugerahi hasil bumi dan kekayaan alam melimpah. Ia juga bangga dengan Konsel yang warganya punya latar belakang suku dan agama yang berbeda namun tetap rukun dan aman.

Baca juga : Karolin Minta Petani Manfaatkan Lahan Tidur

Dia berharap, kondisi aman, tentram, dan damai ini tetap dipertahankan meski pada Desember nanti akan digelar Pilkada Serentak. Di Sulawesi Tenggara, ada 7 kabupaten kota yang akan menggelar pemilu. Satu di antaranya adalah Pilkada Konsel.

Pria asal Pulau Bawean Gresik, Jawa Timur, itu, mengatakan wajar kalau jelang Pilkada suasana politik menghangat. "Panas jelang Pilkada itu wajar, beda pilihan itu wajar. Tapi, jangan sampai terjadi kericuhan," ujarnya.

Adsense

Walupun nanti ada gesekan yang tidak bisa dihindarkan, ia berharap pemerintah daerah dan ulama kompak untuk segera mendamaikan. Duduk lah satu meja, untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa memicu pergolakan. "Jika pemerintah dan ulama duduk satu meja, saya yakin, Konawe Selatan khusunya, dan Indonesia pada umumnya akan aman dan damai," ungkapnya.

Baca juga : Sosialisasi 4 Pilar MPR di Kalangan Pemulung, Bamsoet Bagikan Sembako dan Sepeda

Kepada wartawan, Gus Jazil meminta penyelenggara pemilu memberikan sanksi tegas kepada calon peserta pilkada yang melanggar protokol kesehatan. Sanksi admistrasi hingga diskualifikasi seharusnya diberikan kepada calon yang membuat potensi penyebaran Covid-19 semakin bertambah. Tujuh calon kepala di Sulawesi Tenggara telah ditegur Menteri Dalam Negeri karena terbukti melanggar protokol kesehatan.

”Tegakkan hukum dan disiplinkan. Sanksi kurang tegas karena penegak hukum juga tidak ketat. Kalau bisa, sampai didiskualifikasi,” kata Jazilul.

Sejauh ini, tutur Jazilul, kasus pengumpulan massa yang terjadi harus menjadi bahan evaluasi pemerintah. Sebab, hal ini menyangkut kesehatan masyarakat secara luas. Penyebaran virus akan jauh lebih besar jika masyarakat berkumpul tanpa mengindahkan protokol kesehatan.

Baca juga : Pekerja Migran Pulang Kampung, Gus Jazil Minta Pemerintah Siapkan Lapangan Kerja

Gus Jazil melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Tenggara dari Jumat (11/9) sampai Minggu (13/9). Setiba di Bandara Haluoleo, Kendari, Gus Jazil langsung mengunjungi pondok pesantren Minhajut Thulab, di Kabupaten Konawe Selatan. Dari sana ia geser ke rumah dinas Konawe Selatan untuk menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR.

Pada Sabtu (12/9), Waketum PKB ini akan melanjutkan Sosialisasi Empat Pilar di Wakatobi. Di sana, rencananya Jazilul akan mengunjungi beberapa spot wisata melihat perkembangan pariwisata di masa pandemi. Pada hari Minggu (13/9) kunjungan kerja berlanjut ke Buton, Basalimu Selatan, dan ke Kota Bau-Bau. Gus Jazil diagendakan berdialog dengan komunitas kreatif dan UMKM. Kunjungan kerja diakhiri dengan ziarah ke Masjid Agung Keraton Buton. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense