BREAKING NEWS
 

Sambut Generasi Emas Indonesia

MPR Dorong Program Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi

Reporter & Editor :
APRIANTO
Jumat, 2 Juli 2021 06:50 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kanan) menerima Rektor Universitas Terbuka Ojat Darojat, di Ruang Kerja Ketua MPR, Jakarta, Kamis (1/7). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan menginginkan program wajib belajar secara gratis bagi warga negara Indonesia yang tidak mampu hingga ke perguruan tinggi. Pasalnya, Indonesia tengah menyongsong ‘generasi emas’ dan puncak bonus demografi membutuhkan ketersediaan sumber daya manusia berkualitas.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mengatakan, saat ini pemerataan akses pendidikan tinggi masih belum merata.

“Masih sedikit ‘generasi emas’ Indonesia yang mampu menyandang gelar sarjana,” ujar Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo, usai menerima Rektor Universitas Terbuka, Ojat Darojat di Ruang Kerja Ketua MPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, kemarin.

Baca juga : Gaet Pos Indonesia, BTN Targetkan Rekening Baru Rp 3,5 T

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, urai dia, dari 3 juta lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) setiap tahunnya hanya sekitar 38 persen pendidikan di perguruan tinggi.

Karenanya, dukungan terhadap wajib belajar hingga perguruan tinggi sangat dibutuhkan dan menjadi tumpuan suksesnya pembangunan nasional.

Adsense

Ketua DPR ke-20 ini menambahkan, sistem pendidikan jarak jauh berbasis teknologi informasi bisa menjadi salah satu solusi pemerataan akses pendidikan tinggi. Sistem ini akan menyediakan akses luas bagi lulusan SMA baik yang tidak terserap oleh perguruan tinggi maupun yang terpaksa menunda pendidikan karena harus bekerja.

Baca juga : Bamsoet Dukung Gagasan Program Wajib Belajar Hingga Perguruan Tinggi

“Penyelenggaraan pendidikan yang mengadopsi sistem dan prosedur konvensional, harus mulai bergeser pada optimalisasi pemanfaatan kemajuan teknologi informasi.

“Kondisi pandemi mengajarkan kita tentang urgensi pemanfaatan teknologi informasi sebagai langkah terobosan untuk menyiasati berbagai kendala. Terutama pembatasan aktivitas dan kontak fisik dalam proses belajar mengajar,” jelas Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menguraikan, penerapan sistem pendidikan jarak jauh berbasis teknologi informasi sangat mungkin dilaksanakan di Indonesia.

Baca juga : Promosikan Yoga Tangkal Covid-19

Berdasarkan data perusahaan media asal Inggris (We Are Social), jumlah pengguna internet di Indonesia per Januari 2021, telah mencapai 202,6 juta dengan tingkat penetrasi 73,7 persen.

Angka penetrasi internet yang terus memperlihatkan tren peningkatan menunjukkan, mayoritas penduduk Indonesia, khususnya pelajar dan mahasiswa, telah dapat menjangkau akses internet.

“Tren pendidikan global yang menuntut segala sesuatunya serba cepat dan efisien, menjadikan kehadiran ekosistem pembelajaran digital sebagai sebuah keniscayaan yang tidak terelakkan,” tandasnya. [ONI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense