BREAKING NEWS
 

PBNU Dan PKB Memanas

Jangkar Cak Imin Ingetin Politik Devide et Impera

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : ACHMAD ALI FUTHUHIN
Jumat, 28 Januari 2022 07:40 WIB
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. (Foto: Dok. PKB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bawah komando KH. Yahya Cholil Staquf seakan menjaga jarak dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Ketua Umumnya, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Dalam struktur kepengurusan PBNU yang baru, kader PKB tak lagi mendominasi. Ketua Umum yang akrab disapa Gus Yahya itu tak ingin PBNU jadi kendaraan politik praktis partai tertentu mulai menunjukkan taringnya. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang mendukung Cak Imin nyapres dipanggil, dan diberi surat peringatan.

Baca juga : Kominfo Ajak Perhumas Sebarkan Informasi Positif Tentang Indonesia

Teranyar, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Rahmat Hidayat Pulungan menyindir Cak Imin dan PKB dengan menyebut kurang punya etika. Langsung masuk ke PCNU tanpa permisi untuk kegiatan politik praktis dalam hal deklarasi nyapres.

Menanggapi konflik yang meruncing ini, Koordinator Jaringan Akar Rumput (Jangkar) Cak Imin, A. Jabidi Ritonga menyarankan, para pengurus anyar PBNU tidak memperkeruh suasana.

Baca juga : Musda Demokrat Jabar Jadi Arah Politik Di 2024

Dia mengingatkan, sudah sejak dulu banyak pihak yang menghendaki NU terpecah lewat berbagai strategi, termasuk devide et impera alias pecah belah. Oleh karenanya, para pengurus PBNU jangan malah menari di permainan pihak pengadu domba.

Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini berharap, sebagai pengurus baru, khususnya kepada Rahmat Hidayat Pulungan lebih baik berkonsentrasi pada program pembangunan PBNU yang lebih maslahat.

Adsense

Baca juga : Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Jabar Rajiv Minta Kadernya Kedepankan Politik Santun

“Tidak ada sama sekali tindakan PKB yang mengerdilkan NU. Sejak PKB didirikan hingga sekarang, komunikasi PBNU dan PKB sangat intens dan harmonis. Ketua Umum PKB dari masa ke masa selalu berjalan bersama PBNU,” kata Jabidi kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense