Sebelumnya
Dikatakan, PBNU dan PKB saling mengisi untuk kepentingan Indonesia yang lebih luas. Politik yang diperjuangkan juga rahmatan lil alamin, memberi manfaat untuk semua. “Tetapi harap maklum. Rahmat ini kan baru masuk PBNU beberapa hari, masih perlu belajar bersikap layaknya ulama,” sindirnya.
Menurutnya, jika memang ada masukan dari PBNU untuk keluarga besar NU dan PKB, sampaikan dengan cara bijak dan hikmah.
Baca juga : Kominfo Ajak Perhumas Sebarkan Informasi Positif Tentang Indonesia
Sebelumnya, Wasekjen PBNU Rahmat Hidayat Pulungan menyentil PKB dan safari politik Cak Imin untuk deklarasi Capres 2024 ke kantong-kantong NU di daerah. Rahmat memberi peringatan keras, Cak Imin dan PKB tidak boleh lupa sejarah dan salah kaprah dalam berorganisasi.
Dikatakan Rahmat, PKB adalah partai yang didirikan tokoh-tokoh PBNU. Khususnya, KH Abdurrahman Wahid atau GusDur sebagai salah satu pendirinya. “PKB dilahirkan oleh PBNU. Jika mengacu ke sana, artinya kepemilikan saham dan pengendalian operasional PKB harusnya di bawah kendali PBNU,” ujar aktivis GP Ansor itu.
Baca juga : Musda Demokrat Jabar Jadi Arah Politik Di 2024
Dia menilai, gerak langkah PKB dan Cak Imin dalam beberapa waktu belakangan seolah menunjukkan keduanya lebih hebat dan berjasa dibandingkan NU.
Diakuinya, dalam pendiriannya, PKB adalah institusi politik yang dibuat NU menjadi alat perjuangan PBNU. Artinya, semua yang dikerjakan PKB harus mendapat restu PBNU. “Ini menunjukkan PKB ingin mengerdilkan NU dan PBNU. Cara berorganisasi yang salah kaprah. Ini harus terus diingatkan,” tegasnya.
Baca juga : Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Jabar Rajiv Minta Kadernya Kedepankan Politik Santun
PKB dan Cak Imin, secara etika seharusnya membuat surat audiensi kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU hasil Muktamar PBNU dam memberikan laporan, program kerja dan agenda politik ke depan. Namun, Wakil Ketua DPR itu dan jajaran PKB malah masuk ke PCNU atau MWC NU tanpa mendahulukan etika. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.