RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengucap syukur atas kedekatan kaum nasionalis dan religius, yang hingga kini masih terus berjalan erat. Selayaknya hubungan PDIP dan Nahdlatul Ulama (NU). Sangat dekat dan selalu beriringan.
"Saya teringat dan yakin, sejarah juga mengingat bagaimana kedekatan Presiden pertama RI Bung Karno dengan KH Hasyim Asyari dan KH Abdul Wahab Hasbullah. Serta para kiai, pendiri, dan penggerak NU lainnya," kata Mega dalam Peringatan Harlah NU ke-96 yang digelar oleh PDIP yang ditayangkan melalui kanal YouTube, Sabtu (12/2).
Mega juga mengaku akan selalu mengingat gelar Walliyul Amri Addharuti Bi As Syaukah yang diberikan NU kepada Bung Karno.
Baca juga : Cetak Brace Saat Spurs Bungkam Brighton, Harry Kane Bertaring Lagi
Gelar tersebut merupakan dukungan besar warga Nahdliyin terhadap kepemimpinan Bung Karno, yang disahkan dalam Muktamar NU 1954 di Surabaya.
"Kedekatan Bung Karno dengan kiai dan warga Nahdliyin itu akan saya teruskan dalam tindakan dan telah saya amanatkan kepada seluruh kaum nasionalis, juga para kader dan simpatisan PDIP," ucap Mega.
"Karena saya sangat yakin, jika PDIP dapat terus berjalan beriringan dengan NU, maka segala ancaman kebangsaan kita pasti bisa diatasi," imbuhnya.
Baca juga : PLN: Pasokan Batubara Untuk Pembangkit Sudah Sesuai Rencana
Hal tersebut diyakini Mega mampu menciptakan hal-hal baik yang luar biasa, pada saat ini dan tentunya di masa yang akan datang.
"Sekali lagi, saya ucapkan, selamat Hari Lahir Nahdlatul Ulama. Teruslah menyebarkan Ahlus Sunnah Waljama’ah, dan Islam yang Rahmatan Lil Alamin, serta meneguhkan komitmen kebangsaan," pungkasnya.
Acara yang digelar secara hybrid dan dimoderatori Gus Miftah ini turut dihadiri oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, dan Ketua DPP PDIP Hamka Haq.
Baca juga : Mau Obat Dan Vitamin Gratis Saat Isoman, Ini Alurnya...
Selain itu, juga ada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, dan Dubes RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.